SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemerintah Bisa Terapkan Perpres 36/2005

[JAKARTA] Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah akan memberlakukan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 tahun 2005, jika Pemprov DKI Jakarta merasa kesulitan dalam pembebasan lahan untuk pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT).

Hal itu diungkapkan Wapres seusai meninjau langsung dari udara lokasi-lokasi yang masih digenangi banjir di sekitar Jakarta dan Tangerang, Minggu (3/2).

Wapres yang pada kesempatan itu menggunakan Helikopter Puma milik TNI AU di dampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Jalil, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Kalau memang ada yang tidak mau dan sulit diajak kerja sama, kita terapkan Perpres Nomor 36/2005," tegas Kalla.

Menurut dia, Perpres tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan kepentingan umum itu bisa digunakan untuk membebaskan lahan pembangunan proyek BKT yang bisa meminimalisir banjir yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Selain melihat langsung wilayah yang terendam banjir, di antaranya Kebayoran Lama, Ciledug, Joglo, Kapuk, Daan Mogot, Ancol, Tanjung Priok, Kelapa Gading, Wapres dan rombongan juga sempat turun di Jalan Tol Sedyatmo yang menuju Bandara Soekarno-Hatta di KM 27 yang masih terendam air cukup tinggi.

Wapres sempat berbincang-bincang dengan beberapa sopir truk pengangkut sembilan bahan pokok. Wapres juga menyempatkan diri turun di Bandara Soekarno-Hatta dan berbincang-bincang dengan para penumpang yang terlantar akibat kacau balaunya penerbangan dikarenakan banjir yang masih merendam di tol bandara tersebut.

Menurut Kalla, penyebab banjir di sejumlah ruas jalan tol bandara itu karena tidak sinkronnya drainase perumahan di sekitar bandara.

Karena itu dia memerintahkan Menteri PU Djoko Kirmanto agar drainasenya segera disinkronkan, dan perumahan di sekitar bandara tidak boleh membuat drainase sendiri.

"Saya juga meminta kepada Menteri PU dan Menhub mengambil langkah-langkah secepatnya agar tidak lagi terjadi kekacauan di bandara. Karena itu saya minta besok (Senin 4/2), bandara sudah normal dan tidak ada lagi penerbangan yang kacau," tegas dia. [M-16]


Last modified: 4/2/08