Pasukan Filipina bentrok dengan milisi yang terkait dengan Al-Qaida di kota Maimbung, di pantai barat pulau Jolo, sekitar 950 km sebelah selatan Manila, Filipina, Senin (4/2). Dua pemberontak, dan seorang tentara Filipina tewas, akibat bentrokan yang terjadi di daerah yang menjadi benteng kelompok ekstrem Islam Abu Sayyaf itu.
Juru bicara militer Filipina, Mayor Eugene Batara, mengatakan tubuh dua pemberontak berikut senapan M-16, ditemukan di lokasi, seusai bentrokan. Dia menyebut, seorang pasukan Filipina tewas, dan empat lainnya terluka. Mereka yang terluka, langsung dilarikan ke rumah sakit militer.
Pekan lalu, pasukan Filipina menembak komandan kelompok Abu Sayyaf, Wahab Upao, di dekat Pulau Tawi-tawi. Tapi mereka tidak berhasil menangkap Dulmatin, anggota Jemaah Islamiyah asal Indonesia yang beroperasi di sana dan diduga bersembunyi di Filipina selatan. Dulmatin diduga terlibat pada aksi Bom Bali pada 2002 yang menewaskan 202 orang. [AP/B-14]
![]()
AP/Eranga Jayawardena
Penyidik kepolisian Sri Lanka menelisik lokasi ledakan di sebuah stasiun kereta di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (3/2). Seorang perempuan meledakkan dirinya di sana yang menewaskan 14 orang dan melukai 100 orang lebih.