[KOLOMBO] Aksi peledakan bom terjadi pada hari peringatan Kemerdekaan ke-60 Sri Lanka, Senin (4/2) pagi, menyusul aksi bom bunuh diri seorang perempuan di stasiun kereta api, di Ibukota Kolombo, menewaskan 14 orang dan hampir seratus orang terluka, Minggu (3/2) malam. Juru Bicara Rumah Sakit, Puspha Soysa, dua orang anak berusia 12 dan 13 tahun yang sempat dirawat akhirnya meninggal. Sedangkan 12 orang lainnya meninggal semalam.
Namun kepolisian Sri Lanka mengatakan tidak ada korban, akibat peledakan sebuah pembangkit listrik yang terjadi Senin pagi. Sementara akibat ledakan granat tangan di sebuah kebun binatang, di luar Kolombo, Senin pagi, menurut juru bicara militer Sri Lanka, Brigjen Udaya Nanayakkara, melukai sedikitnya empat orang.
Seorang pria mengaku anggota kelompok Macan Tamil, dilaporkan menelepon satu kantor berita internasional, menyampaikan adanya rangkaian serangan berikutnya. Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Sri Lanka memblokir layanan pesan singkat (SMS) untuk telepon selular, sebagai langkah pengamanan yang diambil untuk menyambut peringatan 60 tahun negara itu bebas dari jajahan Inggris.
Satu perusahaan telekomunikasi, Dialog, dalam pesan yang dikirimkan pada para pelanggannya mengatakan, layanan SMS tidak bisa digunakan selama penyelenggaraan festival hari kemerdekaan, dari pukul enam pagi, hingga malam.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan, regulator telekomunikasi memerintahkan penghentian sementara layanan SMS, karena khawatir pemberontak Macan Tamil menggunakan SMS untuk menakuti orang-orang supaya menghindar dari perayaan hari kemerdekaan.
Peringatan hari kemerdekaan Sri Lanka merupakan kegiatan nasional pertama yang diselenggarakan di Kolombo, sejak Pemerintah Sri Lanka, Januari, menyatakan mundur dari gencatan senjata yang dilakukan pada 2002, dengan pemberontak Macan Tamil. [AFP/AP/B-14]