![]()
AFP PHOTO CHINA OUT GETTY OUT
Para tentara membantu membersihkan timbunan salju di jalan bebas hambatan di Wuhu, Provinsi Anhui, sebelah timur Tiongkok, Minggu (3/2), Sedikitnya 460.000 personel Tentara Pembebasan Rakyat dan pasukan paramiliter dikerahkan ke seantero negara tersebut yang selama beberapa pekan dihantam badai salju. Jutaan orang masih tak dapat bepergian, sementara aliran listrik banyak yang padam dan suplai air seret.
[BEIJING] Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao meminta rakyat untuk tenang dan yakin kepada pemerintah bahwa dampak badai salju terburuk dalam 50 tahun terakhir ini dapat diatasi.
Dalam perjalanannya ke Provinsi Hunan,yang paling terkena dampak badai salju ini, Senin pagi, PM Wen menyebut cuaca buruk ini merupakan bencana alam yang luar biasa. Badai salju dalam tiga pekan terakhir membuat kekacaun di mana-mana. Transportasi darat, udara dan laut sempat terhenti beberapa hari yang menyebabkan jutaan orang yang hendak pulang kampung merayakan Imlek terhambat. Demikian pula, produksi dan sitribusi pangan terganggu. Belum lagi aliran listrik yang terputus sehingga selama berhari-hari di beberapa wilayah gelap gulita. Bahkan di Chenzhou, kota di selatan, suplai air untuk empat juta penduduknya seret.
Di tempat lain, warga yang hendak bepergian bentrok dengan polisi di Bandara Guangzhou. Banyak penumpang yang berdebat sengit dengan petugas maskapai penerbangan karena mereka tak kunjung berangkat.
Tiga hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, layanan kereta api di wilayah selatan Tiongkok berangsur normal, tapi kabut dan lapisan es yang menyelimuti badan jalan bebas hambatan mengartikan belum ada pemecahan untuk keluar dari mimpi buruk transportasi bagi negeri tirai bambu itu. Di Provinsi Hunan, kabut tebal menutupi jarak pandang dan mengakibatkan jadwal penerbangan harus ditunda.
Sebelumnya, pemadaman listrik juga telah dilakukan pada sebagian daerah. Bahkan dilaporkan tidak sedikit masyarakat yang terjebak dalam mobilnya di jalan-jalan yang tertutup salju. Biro Meteorologi setempat, memperkirakan salju masih akan turun sepanjang hari ini dan besok.
Hunan, seperti daerah beriklim sedang lainnya di Tiongkok, memiliki sedikit pengalaman menghadapi musim salju. Rumah-rumah tidak tersekat dengan baik untuk bisa menahan udara dingin, masyarakatnya juga tidak siap dengan peralatan untuk membersihkan salju.
Salah satu kota di provinsi itu yang menderita dampak parah, Chenzhou. Sedikitnya 10.000 kendaraan terjebak di jalan raya yang menghubungkan Beijing di utara, dan Zhuhai di selatan, membentuk antrian sepanjang hampir 70 Km. Sejak kemarin, para pekerja telah dikerahkan untuk membersihkan es dari jalan.
Kerusakan yang timbul akibat cuaca buruk di Tiongkok, diperkirakan mencapai 53,8 miliar yuan (US$ 7,5 miliar, atau euro 5 miliar), dan sedikitnya 60 orang tewas, sebagian besar akibat kecelakaan lalu lintas.
Musim salju hebat di Tiongkok, yang terjadi beberapa bulan sebelum pelaksanaan Olimpiade 2008 di Beijing, telah menjadi ujian berat bagi Pemerintah Tiongkok dalam upaya penyelesaian krisis. Di Beijing sendiri, seperti kota-kota lainnya di wilayah utara Tiongkok, terhindar dari musim salju yang buruk.
Pemerintah Tiongkok sendiri telah menetapkan pusat komando, untuk mengkoordinasikan langkah penyelesaian krisis. Para pemimpin, telah muncul di televisi nasional, mengunjungi daerah-daerah yang mengalami musim salju, dan menjanjikan adanya penanganan. [AP/AFP/B-14]