SUARA PEMBARUAN DAILY

Mesir Tutup Perbatasan Gaza

OKI Galang Dukungan Palestina

[RIYADH] Aparat keamanan Mesir dan pasukan Hamas telah menutup kembali perbatasan Gaza pada hari Minggu (3/2). Penutupan dilakukan setelah mereka sepakat sama-sama mengawasi perbatasan. Sekat baja dan kawat berduri ditempatkan di sejumlah celah-celah yang terbentang di seantero jalur perbatasan di Kota Rafah.

"Tidak ada lagi warga Palestina yang diizinkan masuk," kata pasukan keamanan Mesir kepada AFP. Satu pintu dibiarkan terbuka untuk memberi kesempatan pada warga Palestina dan Mesir kembali ke rumah masing-masing.

Puluhan aparat Hamas yang bersenjata dan mengenakan helm mengayun-ayunkan tongkat untuk membubarkan warga Gaza yang berkerumun di sekitar perbatasan. Mereka berharap agar perbatasan dibuka satu kali lagi.

"Kalian harus pergi secepatnya! Jika kalian bukan warga Mesir, kalian harus pergi sekarang," teriak aparat Hamas membubarkan kerumunan warga.

Ihad Hussein, juru bicara di Kementerian Dalam Negeri di Gaza, mengatakan, "Penutupan kembali perbatasan Gaza-Mesir akan berlangsung hingga tercapai sebuah kesepakatan baru untuk membuka perbatasan Rafah".

Bantuan internasional untuk menyelesaikan krisis Palestina diupayakan oleh negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

"OKI kini tengah berupaya menggalang upaya-upaya komunitas internasional untuk menemukan solusi bagi problem Palestina," kata Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu, sebagaimana dikutip Saudi Press Agency.

Rencana penggalangan bantuan krisis Palestina disampaikan Ihsanoglu di Jeddah usai pertemuan para menteri luar negeri negara-negara anggota OKI, Minggu (3/2). Pertemuan tingkat menteri OKI diselenggarakan untuk mengupayakan jalan keluar krisis Palestina.

Ihsanoglu mengatakan, sejumlah kontak telah dilakukan OKI dengan berbagai pihak yang menaruh perhatian besar terhadap krisis Palestina.

Krisis dipicu penghentian suplai gas dan barang-barang kebutuhan pokok bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang diberlakukan Israel sebagai balasan atas serangan roket militan. Blokade Israel memperparah penderitaan warga Gaza yang sudah sekian lama dicengkeram kemiskinan.

Penutupan kembali Gaza-Mesir dilakukan setelah pejabat senior Hamas, Mahmud Zahar, mengumumkan pada hari Sabtu (2/2) bahwa Hamas telah mencapai kesepakatan dengan Mesir untuk memulihkan ketertiban di perbatasan.

Kesepakatan itu muncul menyusul berlangsungnya pembicaraan secara terpisah antara para pejabat Mesir dengan Hamas dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Sementara itu, pada Minggu (3/2), Presiden Mesir Hosni Mubarak telah melakukan pembicaraan dengan menteri-menteri kabinetnya untuk mendiskusikan upaya-upaya untuk membuka kembali perbatasan di Jalur Gaza dan memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan. [AFP/E-9]


Last modified: 3/2/08