![]()
SP/Ruht Semiono
Sejumlah pemain barongsai dari klub Cing Wu beraksi di Wihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta, Senin (21/1). Atraksi barongsai tersebut untuk memeriahkan peresmian tempat sembahyang baru wihara tersebut menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 7 Februari mendatang.
[BOGOR] Menjelang peringatan Tahun Baru Imlek, pesanan atraksi barongsai dan liong dari hotel dan pusat perbelanjaan, makin banyak diterima grup kesenian tradisional masyarakat Tionghoa.
Pendiri Grup Kesenian Bogor (GKB) Lili Hambali, yang memiliki tiga tim barongsai dan tiga tim liong mengatakan, mendapat banyak order atraksi barongsai menjelang Tahun Baru Imlek 2559 hingga perayaan cap go meh, pada hari ke-15 Imlek.
"Beberapa order besar yang saya terima, dari hotel berbintang di Jakarta serta pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Bogor, dan Tangerang," kata Lili Hambali kepada Antara di Bogor, Minggu (3/2).
Lili menyatakan banyaknya order atraksi barongsai tersebut, sampai sebagian order tidak bisa dilayaninya. Beberapa order yang telah disanggupinya, ada yang tampil di tiga lokasi berbeda dalam sehari.
Sebut saja, di Mega Mall Serpong Tangerang, Lippo Kawaraci Tangerang, dan Plaza Ekalokasari Bogor, pada Kamis (7/2) bertepatan dengan Tahun Baru Imlek.
"Order atraksi Imlek di Plaza Ekalokasari selama dua hari, pada Kamis hingga Jumat, 7-8 Februari," katanya.
Kemudian, dua order dalam sehari pada Rabu (6/2) di Hotel Mulia Jakarta dan Hotel Shangrila Jakarta. Selebihnya ada satu order dalam sehari, antara lain di Citraland Grogol Jakarta dan Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor.
GKB bersama sejumlah barongsai dari grup lainnya juga akan memeriahkan pesta Cap Go Meh di Bogor, pada Kamis (21/2) mendatang.
Satu tim Barongsai terdiri dari 12 orang, yakni empat pemain barongsai dan delapan pemain musik. Sementara, liong dimainkan sembilan orang dan diiringi delapan pemain musik.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) cabang Bogor, Andry Harsono mengatakan, grup barongsai dan liong milik Makin juga akan tampil para perayaan Cap Go Meh di Bogor, pada Kamis (21/2) mendatang.
Di Bogor ada sekitar 24 grup barongsai dan liong yang tergabung dalam organisasi persatuan liong barong Bogor (PLBB). Para anggota PLBB umumnya pribadi-pribadi yang memiliki kelompok liong barong.
"Para pemilik kelompok liong barong saat ini sedang sibuk memenuhi order atraksi di hotel dan pusat perbelanjaan," kata Andry seraya menambahkan lion dan barong milik Makin tidak dibisniskan, karena milik lembaga agama.
Menurut Lili, order atraksi barongsai selalu ada, cuma yang paling ramai pada saat menjelang Tahun Baru Imlek.
"Grup barongsai GKB juga baru mengikuti kejuaraan dunia barongsai di Surabaya pada Desember 2007, yang diikuti perwakilan dari delapan negara," kata Lili yang belajar barongsai sejak 1999.
Senayan City
Untuk menyemarakkan perayaan tahun baru Tionghoa atau yang dikenal dengan Imlek, pusat belanja Senayan City menggelar berbagai etalase budaya dan atraksi Tiongkok. Acara bertajuk Double Happiness berlangsung di Main Atrium Senayan City, Jakarta Selatan, selama satu bulan mulai 1 Februari 2008.
Rangkaian acara dibuka setiap hari mulai pukul 12.00 - 19.30 WIB dan diisi oleh Fortune Teller, China Tradisional Music, Wushu Show, dan China Traditional Dance. Untuk Fortune Teller, ada berbagai metode ramalan seperti, aura oleh Nurul, garis tangan oleh Nanny Moestajab, feng shui oleh Lucy Chandra, tarot oleh RM Yul Satyra Mukti serta kaligrafi China oleh Tjhin Siu Phin.
Sementara China Traditional Music menampilkan kelompok musik South Wind Oriental Band atau dengan nama Tiongkok dikenal Nan Feng. Nan Feng beranggotakan empat muda-mudi yang terdiri dari Vina (18) pemain gu zheng atau sejenis kecapi dengan 21 senar, Yena (19) pemain pipa, Garry (19) pemain erhu atau biola China dengan dua senar, dan Kevin (19) pemain ruan atau sejenis gitar dengan empat senar.
Nan Feng menghibur pengunjung Senayan City tidak hanya dengan memainkan lagu-lagu mandarin, tapi juga lagu Indonesia dan lagu-lagu berbahasa Inggris. Bahkan, mereka sempat memainkan lagu-lagu dangdut seperti, Kopi Dangdut dan Kucing Garong.
Selain Nan Feng, ada pula pertunjukan Wushu dari Harmony Wushu Indonesia yang menampilkan 10 orang dari usia 8 - 27 tahun. Seni berperang khas Tiongkok ini digawangi oleh atlit wushu nasional Gogi Nebulana yang baru menerima medali emas di Beijing November 2007 lalu.
Atraksi seni berperang Gogi dan kawan-kawan sempat menarik minat pengunjung Senayan City untuk berkumpul di Main Atrium ketika tampil Sabtu (2/2) sore. Apalagi di antara anggota yang tampil terdapat perempuan dan anak-anak.
Selain menggelar sejumlah atraksi budaya Tiongkok, Senayan City juga memeriahkan perayaan Imlek dengan dekorasi bernuansa merah. Di Main Atrium Senayan City terdapat patung Dewi Lentera dan Pohon Mei Hwa yang merupakan lambang keberuntungan, serta Lentera Tikus sebagai lambang memasuki Tahun Tikus.
Tapi jangan heran jika Anda melihat dekorasi dengan kombinasi merah dan pink. Pasalnya, Senayan City ingin menggandakan dua even acara yang ada di bulan Februari, Imlek yang jatuh tanggal 7 Februari dan Valentine 14 Februari 2008. Itulah sebabnya, Senayan City menyebutnya Double Happiness.
Demikian seperti dikatakan Public Relations and Tenant Communications Manager Senayan City Sri Ayu Ningsih kepada SP ketika ditemui dalam acara Press Visit di Senayan City, Sabtu (2/2).
"Itu kenapa kami menyebutnya Double Happiness. Kami menggabungkan dua perayaan sekaligus, Imlek dan Valentine. Jika dekorasi Imlek lebih mendominasi itu karena pertimbangan perayaan Imlek lebih panjang daripada Valentine. Biasanya kan, Valentine hanya tanggal 14 Februari saja," tutur Ayu.
Untuk merasakan atmosfer hari kasih sayang, Senayan City menggelar Chinesse and Valentine Showcase. Pameran berbagai perlengkapan untuk perayaan Imlek dan Valentine, dan jajanan serta paket produk dari berbagai merek. Ada pula pameran mobil klasik bertajuk "Love is Never Rusty". Pameran ini digelar di Promenade Atrium selama 12 hari, mulai 6 - 17 Februari 2008 mendatang. [CNV/U-5]