SUARA PEMBARUAN DAILY

GM Lippo Cikarang: Semester I 2008, Saat Tepat Beli Properti

[CIKARANG] Selama semester pertama tahun 2008 ini merupakan momen yang sangat tepat bagi konsumen untuk membeli properti. Sebab suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) cukup bersaing rata-rata di bawah 10 persen, bahkan ada yang sampai lima persen. Selain itu stok properti yang sedang dipasarkan cukup melimpah sehingga harga cukup bersaing.

" Kesempatan ini jangan dilewatkan karena setelah itu harga akan naik lebih tinggi," kata General Manager Lippo Cikarang Endang Sutrisna, di Cikarang, Minggu (3/2).

Lippo Cikarang sendiri saat ini memasarkan beberapa Cluster Residensial seperti Mapplel Leaf dengan harga rata-rata Rp 150 juta -Rp 200 juta, My Home Rp 300 juta - Rp 400 juta, Vassa Wood Rp 500 juta keatas, Vassa d Lago Rp 1,2 miliar dan kawasan komersial Robson ruko tiga lantai rata-rata Rp 1 miliar -Rp 1,5 miliar.

Menurut Endang, tahun 2008 ini Lippo Cikarang menargetkan penjualan Rp 400 miliar, naik 40 persen dibanding 2007. " Kami yakin target tercapai meski harga dinaikkan 8-15 persen sejak Senin (4/2) ," kata Endang.

Kenaikan harga tak bisa dihindari karena harga bahan bangunan yang naik cukup signifikan seperti besi beton yang naik 50-60 persen sejak 2007 lalu. Demikian juga harga semen dan bahan bangunan lainnya yang juga naik meski tidak setinggi harga besi.

"Saat ini biaya membangun rumah dengan kualitas yang baik rata-rata Rp 2,5 juta permeter persegi, hingga penghujung 2007 lalu masih Rp 2 juta per meter persegi ," kata Endang.

Meski harga naik Endang mengatakan, penjualan masih potensial karena suku bunga KPR yang rendah. Lippo Cikarang bekerja sama dengan Bank BNI dan Bank Swadesi memberi suku bunga lima persen fixed untuk dua tahun khusus untuk Cluster Vassa. Di cluster lainnya Bank Mandiri juga memberikan suku bunga 5,5 persen tetap untuk dua tahun.

" Faktanya pembeli properti dengan KPR saat ini rata-rata 60 persen naik dibanding sebelumnya 30-40 persen," katanya.

Lippo Cikarang juga memiliki banyak keunggulan antara kawasan industri yang berkembang pesat sehingga para pekerjanya banyak membutuhkan rumah. Selain itu sebagai kota modern Lippo Cikarang juga memiliki fasilitas lengkap.

Tempat Kerja

Saat ini para pekerja lebih memilih tinggal tidak jauh dari tempat kerja sebab harga BBM terus naik.

Demikian juga tarif tol daerah pinggiran juga menjadi pilihan utama karena warga sudah bosan dengan kemacetan Jakarta, apalagi banjir ditengah kota juga tak bisa dihindari.

" Investasi di Lippo Cikarang cukup potensial karena harga sewa rumah rata-rata 8-12 persen dari harga rumah karena banyak orang asing yang menyewa. Sementara di Jakarta rata-rata sewa 5-8 persen. Perkembangan penghuni di kawasan ini juga cukup bagus karena 26 ribu jiwa sudah menempati Lippo Cikarang," katanya.

Sementara itu Managing Director Lippo Cikarang, Harun Permadi mengatakan, pihaknya terus membangun sarana dan prasarana pengendali banjir. Antara lain dengan mengoptimalkan retention pond yakni danau buatan penampung air hujan dibeberapa lokasi.

"Fasilitas pengendali banjir di Lippo Cikarang masih cukup untuk 3-4 tahun kedepan. Untuk jangka waktu lebih panjang kami akan terus membangun berbagai fasilitas, apalagi perkembangan kawasan disektor Lippo Cikarang cukup pesat," katanya. [PR/M-6]


Last modified: 4/2/08