SUARA PEMBARUAN DAILY

Produsen Tahu Tempe Masih Gelisah

[JAKARTA] Langkah pemerintah untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok melalui paket kebijakan harga pangan beberapa hari yang lalu masih perlu dipantau realisasinya. Pasalnya, beberapa produsen tahu tempe di wilayah Jakarta masih mempertanyakan pemberian subsidi harga jual kedelai dan pinjaman lunak yang telah didengungkan pemerintah.

Menurut produsen tahu Kholik, dia masih membeli kedelai seharga Rp 6.750 per kilogram Sabtu (2/2) seharusnya menjadi Rp 5.750 per kilogram. Padahal pemerintah telah menetapkan besaran subsidi untuk harga kedelai di tingkat produsen tahu tempe Rp 1.000 per kilogram sehari sebelumnya.

Terkait pemberian pinjaman lunak dan subsidi bunga untuk pengusaha tahu tempe dengan nilai pinjaman Rp 2 juta, Kholik mengaku belum tahu mengenai hal tersebut. "Kalo ada pinjaman turun dari pemerintah, saya biasanya memang disuruh ngisi data pinjaman gitu, tapi kok dananya ngak turun-turun," ujarnya.

Kholik yang telah memproduksi tahu sejak 1975 mengatakan selama ini ia tak pernah menerima pinjaman dari Koperasi Produsen Tahu Tempe (Kopti). Pinjaman itu memang diperlukan, menurutnya, bahkan setelah lonjakan harga kedelai sebulan yang lalu masih menyisakan kerugian.

Kestabilan harga kedelai, menurutnya, lebih baik saat jaman Orde Baru, kenaikan terjadi tapi bertahap tidak melonjak drastis.

Lonjakan Harga

"Tidak pernah ada lonjakan harga sebulan terus menerus dari harga Rp 3.600 menjadi Rp 7.500 sebelumnya. Kalo naik juga ga apa, tapi jangan selama sebulan bisa naik terus. Itu yang bikin usaha hancur," tutur pria setengah baya yang berproduksi di wilayah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Terkait pemberian pinjaman, pengusaha tempe Andriana mengatakan belum pernah mendapat pinjaman dari Kopti. Selama memulai usaha sejak tahun 1982, ia selalu menggunakan modal sendiri untuk memproduksi sebesar 5 kuintal kedelai untuk jangka waktu sebulan.

"Saya biasanya patungan dengan beberapa teman dan keluarga, kalo untuk produksi satu hari saja hanya membutuhkan 50 kilogram kacang kedelai, kalo ga patungan mungkin ga nutup modalnya," ujar pria yang lokasi usahanya di daerah Mampang Selatan, Jakarta tersebut.

Sedangkan menurut Ketua Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Primpkopti) DKI Jakarta Sutaryo pemberian subsidi kedelai Rp 1.000 per kilogram itu langsung sudah diberlakukan.

"Mulai Jumat kemarin seharusnya sudah jalan, kan realisasi di lapangan mungkin beberapa hari ke depan. Tinggal dipantau saja, minggu ini apakah harga sudah turun," tutur saat dihubungi, Sabtu (2/2). [MYS/M-6]


Last modified: 4/2/08