![]()
[CHICAGO] Industri otomotif Jepang, akan menutup penjualan mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) di Amerika Serikat (AS) tahun depan, demikian sebuah pernyataan yang dikeluarkan perusahaan itu, Rabu (30/1) di Chicago Amerika Serikat. Namun, perusahaan itu akan berkonsentrasi pada kendaraan komersial.
Jadi penjualan kendaraan baru ke konsumen di pasar Amerika Utara akan dihentikan mulai 31 Januari 2009. Namun penjualan dan produksi kendaraan jenis truk komersial dan mesin disel, serta komponen kendaraan bermotor tetap dilaksanakan di kawasan itu.
Isuzu menghentikan penjualan di kawasan itu sejalan dengan perkiraan General Motors Corp yang juga akan menghentikan produksi tiga kendaraan yang juga dijual Isuzu ke Amerika Serikat.
Sementara Presiden Isuzu, Susumu Hosoi, membenarkan bahwa perusahaannya sudah memutuskan untuk tidak lagi menjual SUV baru di kawasan Amerika Utara terhitung akhir Januari tahun depan.
Penentuan penghentian SUV itu, menurut Hosoi pada situs web perusahaan tersebut, karena memang tidak mungkin melanjutkan lagi penjualan mobil jenis tersebut.
Walaupun dikeluarkan SUV model baru atau Isuzu membuat model lain yang menggantikan produk GM-OEM kendaraan sejenis Ascender dan truk pick up i-series produksi General Motor (GM), tapi kondisi pasar tidak memungkinkan menjual SUV.
Sekarang bisnis Isuzu di Amerika Utara terdiri dari tiga perusahaan besar menjual beberapa produk yaitu Commercial Vehicle (untuk truk), Soprt Utilitu Vehicle (SUV) dan PT (mesin komponen dan mesin disel industri)
Di bisnis CV, perusahaan Isuzu Commercial Truck of America (ICTA) menjual kendaraan ringan seperti N Series (ELF di Jepang). Di bisnis SUV, Isuzu Motors America (ISZA) menjual kendaraan OEM yang diproduksi GM. Sedangkan di bisnis PT, ISZA menjual komponen dan mesin diesel untuk industri.
Dengan keputusan menghentikan operasional SUV, maka bisnis Isuzu di Amerika Utara akan berkonsentrasi penuh di penjualan produk-produk CV dan PT.
Indonesia.
Di Indonesia, Isuzu juga akan memfokuskan penjualan di segmen kendaraan komersial terutama truk kategori ringan (light truck) dan bis penumpang berukuran sedang seperti Isuzu Elf 95 PS. Reposisi bisnis tersebut dimaksudkan agar produsen mobil diesel ini lebih fokus dan tidak masuk pada segmen yang sudah banyak digeluti oleh produsen lainnya.
"Kami tidak akan meninggalkan Isuzu Panther yang selama ini telah mengangkat nama Isuzu di Indonesia, tetapi di segmen ini sudah banyak pemainnya," kata Presiden Direktur PT Pantja Motor, Johannes Nanggoi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dia mengatakan, pihaknya tetap akan mengembangkan dan memodifikasi Isuzu Panther jika ada peluang pasar untuk memperbanyak. Namun demikian, Isuzu harus lebih ekspansif dengan masuk pada segmen yang kompetitornya relatif masih sedikit.
Langkah ini, tutur Johannes sejalan dengan skema restrukturisasi bisnis Isuzu global yang fokus pada kendaraan komersial. Selain itu tren masyarakat yang memilih kendaraan jenis MPV sebagai mobil penumpang membuat Isuzu makin yakin untuk mereposisi bisnisnya.
Untuk mendukung reposisi bisnis itu, Isuzu global melalui Pantja Motor berencana menambah kepemilikan saham di Isuzu Indonesia dalam waktu dekat. Selain itu, mereka juga akan mendatangkan beberapa tenaga ahli dari Jepang terutama yang menguasai desain untuk kendaraan komersial.
CEO PT Astra International Tbk-Isuzu, Djony Bunarto Tjondro dalam kesempatan itu mengatakan, Isuzu juga akan memperluas jaringan bengkel mitra terutama para konsumen, terutama instansi yang memesan dan menggunakan Isuzu sebagai kendaraan operasional.
"Kendaraan kami saat ini banyak digunakan oleh instansi militer, perusahaan perkebunan dan kegiatan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang merekonstruksi di Aceh," kata Djony. [AP/CNBC.Com/Bloomberg.Com/E-4/B-15]