SUARA PEMBARUAN DAILY

SEPUTAR DUNIA

Kembali Setelah 15 Tahun

Secarik surat yang dikirim anak sekolah di Jepang 15 tahun lalu ditemukan dalam perut seekor ikan yang ditangkap di kedalaman 1.000 meter di Lautan Pasifik beberapa hari lalu. Surat tersebut ada di dalam perut bersama potongan kecil balon merah. Setelah lipatan surat dibuka, terlihat tulisan tangan dari seorang anak kecil.

Memang surat itu dikirim oleh anak berusia enam tahun, Natsumi Shirahige, yang duduk di bangku sekolah dasar di Kawasaki, 150 km dari Pelabuhan Choshi, tempat ikan tersebut ditangkap. Pada 1993, ia dan teman-temannya mengirim surat untuk memperingati ulang tahun sekolah ke-120. "Sekolah kami berumur 120 tahun. Jika Anda menemukan surat ini, silakan tulis surat kepada saya," demikian kalimat dalam surat tersebut.

Nelayan berusia 52 tahun yang menemukan surat itu sangat terkejut sekaligus senang. "Saya sudah lama menjadi nelayan tetapi baru kali ini menemukan kejadian yang luar biasa," katanya kepada televisi Asahi. Kini Shirahige berusia 21 tahun dan duduk di perguruan tinggi. Tentu saja ia heran dan tidak menyangka surat tersebut bisa bertahan 15 tahun. "Saya tidak menyangka akan mendapat balasan seperti ini," tuturnya. [AFP/N-3]

Salah Mendeteksi

Charryse Brooks (25) mendatangi rumah sakit karena mengira akan melahirkan prematur pukul 02.00, Minggu (27/1). Tetapi staf medis yang memeriksa malah menyarankan dia pulang karena tidak ada tanda-tanda akan melahirkan. Setiba di rumah, Brooks mencoba tidur tetapi rasa sakit terus mendera dan kontraksinya bertambah kuat. Akhirnya, ia memutuskan kembali ke rumah sakit. Begitu masuk mobil, rasa sakit semakin hebat sampai-sampai untuk membuka pintu mobil pun tak sanggup. Menurut suaminya, tiba-tiba Brooks memandang dirinya dengan tenang. "Tim, ada bayi di sini," tutur suaminya, Pendeta Timothy Brooks, tentang kelahiran bayi perempuan mereka yang tak terduga.

Timothy (26), yang saat itu sedang mempersiapkan khotbah untuk peringatan setahun menjadi pendeta di Gereja Norwood, cepat-cepat mengulurkan tangan untuk menopang istri dan bayinya yang masih tergantung dengan tali pusar. Ia melarikan keduanya ke rumah sakit.

Sang bayi dinamai Mackenzie Nichole Brooks. Ia sendiri tak dapat hadir di acara peringatan setahun melayani gereja di pinggiran Kota Cincinnati, Ohio, AS. Namun, jemaatnya tetap melaksanakan ibadah tanpa khotbah. "Mereka hanya bernyanyi," tuturnya. [AP/N-3]

Menang Undian US$ 19 Juta

Smith, pensiunan pesuruh rumah sakit, yang baru sembuh dari gangguan organ jantung, memenangi 19 juta pounsterling atau US$ 38 juta dari badan undian nasional Inggris. Namun, ia mengatakan, akan memberikan semua uang tersebut apabila ia bisa hidup bersama beberapa tahun lagi bersama istrinya, Ida. "Saya memiliki satu dari 10 kesempatan hidup. Hal tersebut seperti detak bom waktu," tutur Smith (58), saat merayakan kemenangan tersebut sambil menikmati segelas sampanye bersama sang istri. Smith, yang memiliki gangguan pada nadi jantungnya, mengatakan, " Saya sangat mengkhawatirkan Ida. Saya akan memberikan semua uang tersebut, jika saya diizinkan untuk tetap bersama dengannya, sebab bukankah di kuburan tidak ada pertokoan?"

Pasangan suami istri ini membeli kupon undian saat mereka berhenti dari perjalanan pulang mengunjungi keluarga mereka dan salah satu hadiah utama ternyata berasal dari kupon undian yang dibeli Smith. [Rtr/N-3]

Berupaya untuk Bangkit

Birokrasi telah mencegah seorang warga Polandia untuk "bangkit" dari kematian. Pada Agustus lalu Piotr Kucy (38), warga Kota Polkowice di barat daya Polandia, dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam. Di kemudian hari baru diketahui terjadi salah pengidentifikasian. Ternyata Kucy selamat dan masih hidup.

Tetapi pejabat setempat tak bersedia mengubah keberadaannya karena catatan penduduk menyatakan ia sudah meninggal. Kucy pun sudah diberhentikan dari pekerjaannya. Sungguh tidak enak!

Namun, di sisi lain, ada pula hal menyenangkan dianggap sudah meninggal. Menurut surat kabar setempat Selasa (29/1), ia tak perlu lagi membayar pajak. "Kita melewati bulan Januari dan dokumen saya menyebutkan saya meninggal," komentar Kucy kepada Gazeta Wyborcza. "Ini bagai lelucon," ia tersenyum simpul. [Rtr/N-3]


Last modified: 1/2/08