
emimpin Libia, Kolonel Muammar Gaddafi mengancam akan menarik diri jika para pemimpin Afrika menolak usulan yang diajukannya untuk menyatukan Afrika. Ia mengingatkan Libia akan melirik ke Eropa dan dunia Arab. Kolonel Gaddafi mengatakan hal tersebut sesaat setelah pembukaan pertemuan para pemimpin Uni Afrika di Etiopia, Kamis (31/1).
Ia mengatakan, Libia telah bersiap diri untuk mengalihkan investasinya sekitar US$ 5 miliar ke Arab dan negara-negara di Timur Tengah. Pemimpin Libia ini telah lama mengadvokasi pendirian negara kesatuan Afrika/United States of Africa, dengan pemerintahan sendiri termasuk di dalamnya menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan menteri perdagangan. Uni Afrika merupakan pengganti organisasi kesatuan Afrika pada tahun 2002, yang juga digagas oleh Gaddafi sebagai bagian dari visi tersebut.
Pertemuan para pemimpin Afrika ini akan mengakhiri upaya penyatuan Afrika atau mengesahkan bahwa ada konspiransi untuk menveto penyatuan Afrika.
Ia menolak anggapan bahwa Uni Afrika gagal mencapai kerja sama konkret mengingat kemunduran perkembangan yang terjadi dalam rangka membentuk sebuah pemerintahan bagi Afrika.
Setelah mengalami sanksi dan isolasi selama satu dekade, pemimpin Libia ini tampak lebih nyaman menjalin persahabatannya yang baru dengan dunia Barat. Ia mengatakan, Libia akan menoleh ke Eropa dan Dunia Arab jika visinya tersebut ditolak.
Sekalipun demikian, pemimpin Libia ini tak menyebutkan negara mana saja menjadi penyebab kegagalan tersebut. Namun, ia memuji negara Afrika yang menggunakan bahasa Prancis seperti Nigeria, yang menginginkan penyatuan Afrika saat negara tersebut dipimpin oleh Olusegun Obasanjo.
Gaddafi lahir pada 19 Juni 1942 dari keluarga seorang petani. Ia dibesarkan di kawasan padang pasir Sirte. Sejak kecil ia mendapatkan pendidikan dasar keagamaan yang sangat tradisional dan melanjutkan ke Sebha Preparatory School di Fezzan tahun 1956 hingga 1961. Gaddafi dan sekelompok kecil temannya di sekolah tersebut berhasil memimpin revolusi militer tahun 1969 dan berhasil mengontrol seluruh negeri tersebut. Gaddafi sangat terinspirasi dengan Presiden Mesir Gamel Abdel Nasser. Pada tahun 1961, ia terpaksa dikeluarkan dari Sebha karena kegiatan politiknya. Gaddafi kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Libia dan lulus dengan predikat terbaik. Selanjutnya, ia masuk akademi militer di Benghazi tahun 1963. Setelah lulus pada tahun 1965, ia dikirim ke Inggris untuk belajar di British Army Staff College sekarang Joint Services Command and Staff College dan kembali tahun 1966 sebagai pejabat komisioner di korps penghubung.
Pada 1 September 1969, sekelompok kecil petinggi militer yang dipimpin Gaddafi melakukan kudeta tak berdarah terhadap Raja Idris I. Negara monarki Libia kemudian dibubarkan dan dibentuklah Republik Arab Libia.
Gaddafi diberi promosi dari kapten menjadi kolonel. Ia memimpin Libya dan menjabat pemimpin tertinggi militer. [dari berbagai sumber/N-3]