SUARA PEMBARUAN DAILY

Anak-anak Makin Akrab Komputer

SP/Ignatius liliek

Sejumlah anak berusia 5-8 tahun mengikuti lomba mewarnai dengan menggunakan laptop di Jakarta, Sabtu (26/1). Lomba mewarnai dengan menggunakan laptop ini bertujuan untuk mengenalkan komputer pada anak-anak sejak usia dini.

Perkembangan dunia teknologi juga dirasakan anak-anak. Satu contohnya tampak dari makin banyak yang mampu menggunakan komputer. Tak hanya itu, sudah banyak sekolah yang memberlakukan mata pelajaran atau pun ekstra kurikuler komputer bagi siswa-siswinya. Tersedianya berbagai sarana yang mempermudah penggunaan komputer merupakan satu faktor pendukung.

Saat ini, anak berusia lima tahun pun sudah dapat mengoperasikan komputer. Mulai dari pengenalan alfabet, angka dan gambar, permainan asah otak, hingga belajar mengetik sudah menjadi hal biasa bagi anak-anak.

Baru-baru ini dilakukan kompetisi mewarnai gambar menggunakan program yang ada di laptop baru, Asus. Lomba diadakan di Mal Kelapa Gading II, Jakarta Utara, pesertanya terdiri dari anak-anak berusia lima sampai delapan tahun. Penilaian dilihat dari kreativitas dan kerapian dalam komposisi warna.

Sebelum diadakan lomba, para peserta diberi kesempatan untuk berlatih. Saat berlatih pun, anak-anak sudah terlihat antusias. Ketika diberi aba-aba lomba dimulai, mereka langsung sibuk mengarahkan kursor ke warna yang tersedia, sesuai pilihan masing-masing.

Salah satu peserta lomba mewarnai adalah Fridya (5). Ia mulai belajar komputer sejak usia tiga tahun, yang awalnya diperkenalkan oleh orangtua dan kakaknya. Ketika mengikuti lomba, Fridya begitu serius mewarnai gambar yang ditentukan panitia, yaitu sebuah pesawat terbang yang sedang mengangkasa.

Ibu dari Fridya, Yeni Yuliani merasa salut dengan kemajuan teknologi saat ini. Pengenalan komputer sudah dapat dilakukan menggunakan program yang dibuat khusus untuk anak-anak.

"Dalam menggunakan komputer, anak-anak didampingi bapaknya. Jika bapak sedang bekerja, kakaknya yang mengajarkan. Kalau sekarang, Fridya sudah bisa menyalakan dan menggunakan sendiri," ujar Yeni.

Menurut Yeni, anak perempuannya sering menggunakan komputer untuk bermain game. Komputer yang ada di rumahnya, memang disediakan agar dapat digunakan oleh anak-anak, sementara orangtua memakai laptop.

"Aku senang pakai komputer untuk main game dan menggambar," tutur Fridya, yang memang memiliki hobi menggambar dan mewarnai.

Selain Fridya, ada juga Andro yang berusia enam tahun. Andro sudah diperkenalkan dengan komputer sejak umur empat tahun. Komputer digunakan untuk menjalankan program permainan, mengetik, serta browsing internet.

Ibu Andro, Yurry Taroreh mengatakan, biasanya Andro memainkan game yang mengandung unsur edukasi serta beberapa permainan, seperti balap mobil dan motor. Sementara dalam penggunaan internet, Yurry menggunakan sistem blokir untuk situs-situs tertentu, terutama yang tidak diperuntukkan bagi anak-anak.

Di usia enam tahun, Andro sudah dapat menyalakan komputer sendiri bahkan tahu langkah-langkah untuk mengoperasikan berbagai program. Di sekolahnya, Andro juga sudah diberikan mata pelajaran komputer, padahal ia masih duduk di kelas nol besar Taman Kanak-Kanak (TK).

Dalam lomba mewarnai yang diadakan Asus, Andro menjadi juara pertama. "Senang banget bisa jadi juara satu. Hadiahnya nanti untuk beli game terbaru," ungkap Andro seusai pengumuman pemenang sambil memegang kertas yang bertuliskan jumlah hadiah sebesar Rp 500.000.

Diawasi

Menurut Yurry, anak-anak tetap harus diawasi ketika menggunakan komputer. Anaknya dulu sering tidak terkontrol saat menggunakan komputer, terutama saat bermain game. Tapi, dengan pengawasan waktu yang baik, maka sekarang sudah lebih teratur dan ada batasan jam.

Pengawasan juga diterapkan oleh Maria Fransiska, ibu dari Cecilia (8) dan Audia Hizkia (6). Menurutnya, jangan hanya melihat komputer dari sisi kebaikan atas kemajuan serta perkembangan teknologinya saja. Ketika akan memperkenalkan komputer kepada anak-anak, orangtua sudah harus mengerti dampaknya.

"Penggunaan internet harus benar-benar diawasi. Akan berdampak buruk jika anak membuka situs sembarangan tanpa bimbingan dari orang dewasa yang paham tentang itu," tutur Maria.

Katanya, kemajuan teknologi sekarang semakin baik sebagai bagian dari pengetahuan. Anak-anak juga perlu tahu hal tersebut karena akan terus ada perkembangan, supaya nantinya mereka juga mengerti hal-hal yang lebih modern. Tetapi, yang harus diperhatikan adalah cara menjaga agar tidak melewati batasan.

Maria, yang sudah memperkenalkan komputer saat anak-anaknya berusia empat tahun, berusaha selalu mendampingi sambil menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui. Saat ini, program yang sering digunakan Cecil dan Audia masih berupa program dasar, seperti paint, serta mulai diberikan penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan Microsoft Word.

"Untuk anak-anak, saya pilih game yang bisa melatih ketangkasan serta ada unsur pendidikan. Salah satu game yang sering dimainkan adalah menyusun puzzle. Tapi, penggunaan komputer harus terjadwal karena kalau terlalu sering dan lama juga tidak baik," tutur Maria.

Sementara Marketing Specialist Asus Indonesia, Titi Kristiani menyatakan, sekarang ini anak-anak sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang komputer. Produk Eee PC yang dikeluarkan Asus memang ditargetkan untuk anak-anak dan pemula.

"Dari berbagai lomba yang diadakan, seperti mewarnai gambar, mengetik, serta menyusun gambar, diharapkan para orangtua dapat melihat bahwa anak-anaknya memiliki skill dalam menggunakan komputer," kata Titi. [DMP/N-5]


Last modified: 1/2/08