
Satu lagi produk fashion berkelas hadir secara resmi, dengan dibukanya butik Chanel di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (30/1) siang. Butik seluas 250 meter persegi itu tercatat sebagai butik terbaru di Grand Indonesia, dan didesain langsung oleh Peter Marino, salah satu arsitek terkemuka asal New York, Amerika Serikat.
Chanel "dibawa" ke Indonesia oleh Time International, sebuah perusahaan barang-barang bermerek yang dikomandani Irwan Danny Mussry. Selama ini, Irwan dikenal sebagai pengusaha yang berhasil dalam penjualan berbagai produk jam-jam tangan mewah di Indonesia.
Di butik Chanel yang pertama di Indonesia, Irwan yang menjadi mitra Chanel itu memajang berbagai produk mulai dari tas, busana, kacamata, jam tangan, sampai parfum, gelang, kalung, dan pernak-pernik mode lainnya yang ditandai dengan inisial CC pada hampir semua produk tersebut.
Inisial CC merupakan singkatan dari nama Coco Chanel, seorang wanita anggun asal Prancis yang pertama kali menghasilkan produk tersebut. Coco Chanel (1883-1971) tercatat sebagai pelopor lahirnya jaket cardigan dan paduan blus dan rok selutut berwarna hitam yang dinamakan little black dress. Busana tersebut oleh para pengamat mode pada 1920-an, disebut-sebut sebagai "seragam" baru untuk wanita modern.
Berbagai rancangan adibusana (haute couture) juga lahir dari tangannya. Sukses dengan busana, Chanel mengembangkan pula berbagai produk pelengkap fashion, seperti tas, kacamata, dan sepatu. Bahkan belakangan, parfum buatannya, Coco Chanel No.5, tercatat sebagai salah satu parfum paling laris di seluruh dunia.
Setelah Chanel meninggal dunia, perusahaannya tidak berhenti berproduksi. Butik Chanel tetap melayani para pelanggannya di seluruh dunia. Terlebih lagi setelah masuknya perancang kondang, Karl Lagerfeld, yang menjadi Direktur Artistik di perusahaan Chanel tersebut pada 1983.
Perubahan besar-besaran terjadi. Walaupun tetap mempertahankan gaya klasik Coco Chanel, namun Lagerfeld memasukkan unsur-unsur tren mode terbaru. Konsumen yang lebih muda usianya, akhirnya ikut tertarik membeli berbagai produk Chanel. Demikian terkenal produk Chanel, sampai jutaan produk imitasi pun dibuat oleh para pemalsu. Walaupun demikian, para fashionista sejati, tentu tetap memilih produk asli Chanel. [B-8]