[PADANG] Masih banyak benda cagar budaya yang berada di tangan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) saat ini rawan dijual. Pemerintah perlu memberikan perhatian serius untuk menjaga dan mengamankan benda cagar budaya tersebut, sehingga tidak diperjualbelikan.
"Ada kekhawatiran benda cagar budaya di masyarakat tersebut diperjualbelikan. Dengan diimingi uang dalam jumlah banyak, bisa saja benda tersebut dijual ke pihak luar. Inilah yang perlu segera disikapi pemerintah," kata Kepala Museum Adityawarman Padang, Sumbar, Usria Dhavida kepada SP, di Padang, baru-baru ini.
Saat ini, tambahnya, tercatat beberapa benda cagar budaya yang berada di masyarakat di bawah pengawasan Museum Adityawarman Padang, seperti di Dhamasraya, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Tanah Datar, dan Sawahlunto Sijunjung. Benda yang masih di tangan masyakat itu berbentuk naskah-naskah kuno hingga keris-keris peninggalan kerajaan.
Di Museum Adityawarman Padang, hingga Desember 2007 tercatat 6.038 koleksi. Ini terdiri dari 10 macam koleksi, yakni geologika/geografika (36 koleksi), biologika (31 koleksi), etnografika (4.375 koleksi), arkeologika (100 koleksi), historika (57 koleksi), numismatika/heraldika (410 koleksi), filologika (74 koleksi), keramologika (761 koleksi), seni rupa (129 koleksi), dan teknologika (63 koleksi).
Belum Ada Laporan
Saat ini belum ada laporan resmi benda cagar budaya Sumbar dijual kepada pihak luar.
Namun, dari informasi yang diperoleh, sekitar tahun 1980 pernah terjadi ada benda cagar budaya Batu Basurek dijual dan beberapa tahun lalu juga ada ahli waris di salah satu kerajaan di Sawahlunto Sijunjung menjual sebuah keris ke pihak luar.
"Kita belum melakukan pengkajian mendalam untuk hal ini. Tapi sekarang yang kita lakukan membina pemilik benda cagar budaya agar mereka melakukan perawatan. Kalau tidak mampu merawat, museum siap merawat. Jika nanti ada ganti untung, kita akan usahakan hal itu. Tapi kalau tetap masyarakat ingin yang merawat, kita akan juga akan membantu jika tak mampu," katanya.
Dikatakan, museum berupaya terus untuk mengumpulkan benda cagar budaya yang ada di masyarakat. [BO/M-11]