[BENGKULU] Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar dari Palembang ke Bengkulu tersendat, akibat alur Pelabuhan Pulau Baai mengalami pendangkalan. Hal ini menyebabkan stok BBM di Provinsi Bengkulu terbatas, sehingga sering terjadi kelangkaan premiun dan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kepala Depo Pertamina Bengkulu, H Zainal Amri, di Bengkulu, Kamis (31/1) membenarkan hal tersebut. Sebelum alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mengalami pendangkalan, sekali berangkat kapal bisa membawa BBM dari Palembang, Sumatera Selatan ke Bengkulu sebanyak 3.000 ton, tapi sekarang paling banyak kapal bisa mengangkut BBM sebanyak 1.200 ton. Jika kapal bermuatan di atas 1.200 ton ketika masuk alur pelabuhan akan kandas.
Hal inilah yang menyebabkan stok BBM di Bengkulu belakangan ini sering terbatas. Akibatnya, pasokan BBM ke semua SPBU di Bengkulu sering berjalan tidak normal sebagaimana yang diharapkan.
Untuk mengatasi masalah ini, Pertamina Bengkulu selain mendatangkan BBM dari Lubuklinggau, Sumsel melalui jalan darat juga meminta Pemprov Bengkulu segera mengatasi pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai. Jika pendangkalan alur ini terus dibiarkan, bukan hanya pengangkutan BBM terhambat, tapi pasokan barang kebutuhan pokok.
Tentang terjadinya antrean pembelian BBM di SPBU, Zainal Amri mengatakan, hal itu terjadi bukan karena stok BBM di Bengkulu terbatas, tapi disebabkan banyaknya pedagang pengecer yang membeli BBM di SPBU. Sebab, pasokan BBM dari Pertamina ke SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu tetap normal seperti biasa.
Manajer Sumber Daya Manusia dan Umum Pelabuhan Pulau Baii, Ikhwanto Hasan membenarkan pelabuhan di daerah ini hanya bisa disandari kapal ukuran kecil berbobot mati 1.500 ton. Hal ini terjadi karena kedalaman alur Pelabuhan Pulau Baai hanya minus 4,9 meter.
Sementara itu, Asisten II Pemprov Bengkulu, Fauzan Rahim mengatakan, tersendatnya pasokan BBM ke sejumlah SPBU di daerah ini sebagai dampak dari mendangkalnya alur Pelabuhan Pulau Baai. [143]