[CILEGON] Untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea di Provinsi Banten, PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) akan mendatangkan pupuk urea 1.200 ton dari Palembang, Sumatera Selatan. Pupuk itu sebenarnya sudah tiba di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Kamis (31/1), namun karena terjadi miskomunikasi antara Pusri dan Pelindo II Cilegon, pupuk akan tiba di Pelabuhan Ciwandan, Minggu (3/2).
Kepala PT Pusri Banten, Khairul Lizano mengatakan, keterlambatan ini dikarenakan kurangnya koordinasi antara PT Pusri dengan pihak PT Pelindo II. Keterlambatan pengiriman pupuk itu dari Palembang, bukan murni kesalahan Pusri.
"Persoalannya adalah Pelindo yang tidak siap dengan dermaganya. Segala urusan administrasi sudah kami selesaikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Banten terkait pengamanan pengiriman pupuk tersebut," katanya.
Pusri menjamin tidak akan ada lagi kelangkaan pupuk di Banten, karena stok pupuk yang ada akan mampu memenuhi kebutuhan petani sampai Februari 2008. "Kami berjanji, sampai Februari 2008, pupuk aman. Kami berharap, pupuk itu akan tiba di Pelabuhan Ciwandan, Minggu besok," ujarnya.
Direktur Perencanaan dan Pengedalian Operasional Pelindo II Ciwandan, Banten, Dana Sasmita mengatakan, pemberitahuan melalui faksimile dari pihak pengelola kapal di Palembang, sudah diterima Kamis (31/1).
"Kapal pengangkut pupuk urea ini akan sandar di Dermaga I Pelindo II. Kami sudah menerima pemberitahuannya," katanya. [149]