[MAKASSAR] PT PLN Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), akan menyewa mesin pembangkit Marine Fuel Oil (MFO) yang dapat menghasilkan daya sekitar 70 MW untuk mengatasi krisis daya. Mesin yang akan dioperasikan itu disewa melalui proses tender dan pemenangnya telah ditetapkan.
"Dipastikan penambahan daya sebesar 70 MW sudah masuk dalam sistim listrik interkoneksi Sulselrabar pada semester pertama 2008," kata General Manajer PT PLN (Persero) Sulserabar, Arifuddin Nurdin di Makassar, Sulsel, Kamis (31/1).
Percontohan
Sulselbar merupakan pilot percontohan di luar Jawa, sistem ini lebih efektif karena kegiatan yang berkaitan dengan administrasi maupun koordinasi bisa dilakukan dengan seluruh jaringan yang ada di Sulselrabar.
Dia yakin, dengan adanya penambahan daya 70 MW dapat mengantisipasi terjadinya pemadaman bergilir yang diakibatkan devisit daya selama ini. Masuknya penambahan energi dalam sistem kelistrikan Sulselbar, manambah cadangan hingga mencapai 100 MW, belum termasuk mesin yang diistirahatkan dan baru dioperasikan jika situasi darurat.
Sementara itu, Deputi Direktur Pengelolaan Investasi dan Kepemilikan Saham PT PLN (Persero), Suyud menambahkan, program pembangunan 10.000 MW energi baru, skala besar sudah berjalan di Jawa dan Bali.
"Di Sulselrabar juga sudah jalan, tapi kecil-kecil. Totalnya, sekitar 70 MW yang akan masuk dari energi MFO sewa," katanya. [148]