SUARA PEMBARUAN DAILY

PDI-P Targetkan 34 Persen

[PALEMBANG] Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung mengatakan partainya menargetkan perolehan suara 34 persen pada Pemilu 2009. Dia menilai target itu tidak berlebihan mengingat pada pemilu 1999 PDI-P mendapatkan perolehan suara 34 persen.

"Pada 1999 kita mendapatkan 34 persen. Ini yang diharapkan dapat diambil PDI-P pada pemilu mendatang," kata Pramono yang ditemui setelah acara puncak peringatan HUT PDIP ke 35 di Palembang, Kamis (31/1). Acara itu dihadiri sejumlah tokoh politik partai itu.

Upaya yang dilakukan PDI-P untuk dapat memenangkan pemilu yaitu membangun citra partai. Menurut Pramono, dalam politik, pencitraan partai sangat penting. "Selain itu, yang perlu dilakukan adalah dengan turun ke rakyat," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam pidato politiknya mengingatkan seluruh pengurus partai untuk tidak lalai dan berpuas diri. Pernyataan itu disampaikan Megawati terkait dengan hasil survei yang menyatakan PDI-P diprediksikan akan memperoleh kenaikan suara pada Pemilu 2009.

"Hasil berbagai survei itu wajar saja membuat kita berbesar hati, tetapi jangan membuat kita lalai dan puas diri. Hasil berbagai survei itu sekaligus indicator dan bukti kepada kita bahwa faktor konsolidasi, soliditas, dan disiplin organisasi adalah modal besar untuk memenangkan pemilu," kata dia.

Mantan Presiden RI itu mengatakan saat ini PDI-P terus melakukan konsolidasi struktural dan konsolidasi mental. Artinya, PDI-P akan terus memelihara, mengamalkan, dan menggelorakan semangat perjuangan bersama sesuai dengan Pancasila.
"Sekarang kita harus kembali melakukan konsolidasi mental perjuangan, yang tak lain adalah menggelorakan dan mengamalkan ideologi kita," kata dia.

Cawapres

Sementara itu, Pramono Anung mengatakan PDI-P akan mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pada November 2008 untuk mendampingi Megawati pada pemilihan presiden 2009.

"Ada dua tahapan yang harus dilalui untuk menentukan calon wakil presiden, yakni melalui rapat kerja nasional (rakernas) partai yang berlangsung dua kali pada April dan November," kata Pramono.

Pada April 2008, PDI-P akan melaksanakan rakernas dimana saat itu dewan pimpinan cabang maupun daerah akan memunculkan nama yang didukung masyarakat sebagai calon wakil presiden. Lalu, pada November 2008, PDI-P kembali melaksanakan rakernas untuk mengumumkan nama-nama cawapres yang akan didukung.

"Dari nama itu akan kita survei dan kita umumkan ke publik, sehingga keputusan partai tidak hanya berasal dari perseorangan melainkan betul-betul seseorang yang mendapat dukungan publik juga internal partai," katanya.

Ia menjelaskan kriteria yang harus dimiliki pendamping Megawati dalam pemilihan presiden salah satunya adalah dapat menambah jumlah suara untuk Megawati. Cawapres PDI-P juga harus memiliki kompentesi.

Ketika disinggung tentang kemungkinan sejumlah tokoh yang hadir pada peringatan HUT PDI-P ke-35 merupakan bakal cawapres yang akan didukung, Pramono hanya mengatakan bahwa semua nama memiliki peluang.

Sejumlah tokoh yang hadir pada peringatan HUT PDI-P di Palembang antara lain Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Ketua Komisi I DPR RI Theo L Sambuaga dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Ryamizard Ryacudu.

Sementara Ketua Umum Partai Bintang Reformasi Bursah Zarnubi dan Akbar Tandjung yang diinformasikan hadir dalam acara tersebut tidak terlihat.

Ditemui setelah acara peringatan HUT, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie enggan berkomentar tentang kemungkinan ia dilirik oleh PDI-P.

Ia mengatakan kehadirannya dalam acara peringatan HUT PDI-P karena diundang. Jimly mengatakan ia juga sering diundang oleh partai lain, seperti Partai Keadilan Sejahtera. [133]


Last modified: 31/1/08