SUARA PEMBARUAN DAILY

Dua Warga Tangerang Diduga Flu Burung

[TANGERANG] Dua warga Kota Tangerang, Banten, diduga mengidap virus flu burung atau avian influenza jenis H5N1. Keduanya kemudian dirujuk ke dua rumah sakit di Jakarta.

Ny S (29) dirawat di RS Persahabatan, Jakarta Timur, sejak Rabu (30/1). Sedangkan korban lainnya, Ny N (25) dirawat insentif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, sejak Kamis (31/1).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Lili Indrawati, membenarkan jika N merupakan warga Kota Tangerang. Namun dia tidak bersedia memberikan komentar lebih lanjut mengenai penyakit yang diderita S. "Memang benar. Informasinya warga Tangerang ada yang dirawat di RSPI dan diduga flu burung. Hingga saat ini saya masih menunggu laporan lengkapnya," katanya seraya menambahkan N merupakan warga Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Menurut dr Lisa Puspadewi, Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, S diketahui berpenyakit pneumonia (radang paru-paru) ketika dikirim ke RS Persahabatan. "RS Usada Insani tidak mempunyai ruang rawat isolasi," kata Lisa. Ketika dikirim, lanjutnya, S secara klinis negatif H5N1. Pengiriman pasien itu sebagai bentuk kewaspadaan saja.

Dr Mukthar Ikhsan, Ketua Tim Penanggulangan dan Pencegahan Flu Burung RS Persahabatan, Jakarta Timur, mengatakan, S sempat menjalani perawatan di RS Usada Insani, Cipondoh, Kota Tangerang. "Ia mengalami gejala flu burung sejak sepekan terakhir," katanya.

Gejala yang dialami S, mirip dengan orang yang tertular virus flu burung yakni panas tinggi disertai batuk dan sesak nafas. "S merupakan suspect flu burung," katanya yakin setelah adanya pemeriksaan cairan di tenggorokan.

Sementara itu, Zulfikfli, Staf Unit Gawat Darurat (UGD) RSPI Sulianti Saroso mengatakan, Ny N dirawat di kamar UGD lantai dua. Sebelumnya, korban mengalami demam tinggi yang disertai gejala sesak nafas, batuk dan flu berat. Keluarga kemudian membawa N untuk menjalani perawatan di RS Honoris, Tangerang. Karena kondisinya terus memburuk pihak rumah sakit RS Honoris merujuk korban ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara dengan dugaan virus flu burung.

Sementara itu warga masyarakat Kabupaten dan Kota Tangerang diimbau berhati-hati saat berbelanja di pasar, khususnya di pasar tradisional. Pasalnya 25 persen lantai pasar, pisau potong dan talenan di pasar terindikasi ada virus flu burungnya.

Hal itu ditegaskan Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Tangerang, Yuliah Iskandar. "Dari rapat Komnas Penanggulangan Flu Burung di Jakarta kemarin, daerah DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan Tangerang, 25 persen lantai pasar, pisau potong dan talenan, di indikasi ada virus flu burungnya," kata Yuliah.

Menurutnya, kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kesehatan, sangat mempengaruhi penyebaran virus tersebut. "Kasus yang terjadi di wilayah Pasar Kemis salah satu contohnya, sebelum ada jatuh korban, kita sudah melakukan penyuluhan di wilayah tersebut, tapi tidak digubris, sehingga timbul korban jiwa," katanya.

Bahkan di Kecamatan Pakuhaji, saluran air di satu desa, sudah positif terserang virus flu burung. "Yang pasti kita selalu melakukan penyuluhan dan pencegahan, tapi kalau masyarakat tidak membantu dengan menjaga kebersihan, virus ini akan sangat berbahaya," ujarnya.

Beberapa Pasar Tradisional di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang dalam keadaan lantai dan kondisi pasar sangat kotor dan bau. Hal ini dikarenakan pedagang dan pengunjung tidak menjaga kebersihan secara serius. [132]


Last modified: 1/2/08