[BEKASI] Pengusaha kue yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan baku terancam gulung tikar. Harga tepung terigu di Kota Bekasi, Jawa Barat, sejak tiga minggu terakhir naik dua kali lipat dan sangat memberatkan pengusaha.
"Saat ini harga tepung terigu isi 25 kilogram (kg) telah mencapai Rp 160.000. Harga itu naik dua kali lipat dibanding tiga pekan lalu. Kenaikan ini memaksa kami harus menaikkan harga kue," kata Salim (50) pengusaha kue di jalan raya Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, kepada SP baru-baru ini.
Menurut pengusaha yang mengaku sudah 15 tahun menggeluti pekerjaan sebagai produsen kue donat, omzet penjualan kue hasil produksinya menurun drastis. Hal itu akibat naiknya harga kue donat seiring kenaikan harga tepung terigu. Sebelum kenaikan terigu, kata Salim, penjualannya bisa mencapai Rp 2 juta per hari. Namun, sejak harga kue donat dinaikkan, pendapatan turun menjadi Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per hari.
Sebelumnya, Salim menjual donatnya seharga Rp 1.500/potong. Tapi, sekarang harganya telah Rp 3.000/ potong. "Kenaikan harga ini membuat kebanyakan konsumen mengurungkan niatnya membeli kue. Kami jadi bingung, kalau harga tidak dinaikkan darimana biaya menutupi gaji karyawan?" keluh Salim.
Ia menambahkan bila kondisi seperti ini terus berlanjut dan pemerintah tidak segera menstabilkan harga tepung terigu, dikhawatirkan usaha kue donat akan segera bangkrut dan puluhan pekerja terancam jadi pengangguran. "Bagaimana saya bisa membayar upah belasan pekerja kalau donat tidak laku," ujarnya.
Dia mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga tepung terigu yang mencapai dua kali lipat dari harga biasa. "Yang pasti harga itu terlalu mahal dan sangat memberatkan pengusaha kue. Pendapatan tidak sesuai lagi dengan biaya produksi," katanya.
Sementara itu Aisah (45), pengusaha roti lainnya di Bulak Kapal, Bekasi Timur, mengaku apabila harga tepung terigu ini tidak mengalami perubahan dengan terpaksa akan menutup usaha yang sudah digelutinya selama enam tahun itu.
"Saya tidak sanggup lagi menutupi biaya produksi yang semakin hari semakin tinggi. Konsumen pun sudah enggan mengkonsumsi kue karena harganya dianggap terlalu mahal. Padahal kami hanya menaikkan harga kue Rp 500 per potongnya," kata Aisah yang memiliki enam orang pekerja.[HTS/Y-4]