SUARA PEMBARUAN DAILY

Hillary-Obama Saling Puji

[LOS ANGELES] Dua bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama dan Hillary Rodham Clinton, melakukan debat terakhir mereka, menjelang "Super Tuesday" 5 Februari, dengan nada yang lebih hangat dan ramah. Debat kali ini diwarnai aksi saling puji, kendati tetap pula ada aksi saling kritik.

Keduanya berupaya menjangkau para pendukung mantan pesaing mereka, John Edwards, yang menyatakan mundur pada hari Rabu (30/1) tanpa menyatakan apakah ia mendukung Obama atau Hillary.

Obama menyebut Edwards, yang mundur dari pencalonan pekan ini, sebagai "suara" bagi Partai Demokrat dan Amerika untuk tahun-tahun mendatang. Sementara Hillary memuji Edwards dan istrinya, Elizabeth, sebagai "contoh keberanian dan kepemimpinan" dalam pembelaan mereka pada nasib kaum miskin.

Hillary dan Obama untuk pertama kali melakukan debat langsung berdua. Keduanya mengakui adanya perbedaan kebijakan di antara mereka. Tetapi mereka juga terkesan sama-sama berupaya menahan diri ketika berbicara soal kebijakan yang sebelumnya sempat menjelma jadi saling serang secara pribadi.

"Saya berteman dengan Hillary Clinton sebelum kami memulai kampanye ini. Saya akan tetap berteman dengannya setelah kampanye ini usai," ungkap Obama, yang disebutkan berhasil menggalang dana kampanye hingga US$ 32 juta pada bulan Januari.

Dua kandidat berjalan beriringan menuju panggung di Kodak Theatre, tempat Academy Awards biasa diselenggarakan. Hillary berjalan di depan Obama, dan keduanya melambai-lambaikan tangan kepada mereka yang memadati teater.

Tidak ada upaya untuk saling berjabat tangan. Tampaknya mereka ingin menghindari munculnya momen yang tidak nyaman. Obama dihujani berbagai pertanyaan pada awal pekan ini, seputar tindakannya yang terekam kamera di mana ia terlihat sengaja menghindar dari Hillary usai Presiden George W Bush membacakan pidato State of the Union, Senin (28/1) malam.

Hillary menggarisbawahi pentingnya bagi presiden mendatang untuk siap mengambil alih tugas-tugas secara langsung pada hari pertama. "Presiden mendatang akan berjalan menuju Ruang Oval dan menunggu datangnya tumpukan problem," kata Hillary.

Torehkan Sejarah

Sementara Obama mengatakan, ketika pencalonan dimulai, kita punya delapan kandidat di panggung ini. Setelah dilangsungkan 17 debat, sekarang hanya tinggal dirinya dan Hillary. "Anda tahu, ini adalah kesaksian bagi Partai Demokrat dan ini adalah kesaksian bagi Amerika bahwa kami punya peluang untuk menorehkan sejarah, karena saya pikir salah satu dari kami pada akhirnya akan menjadi Presiden AS mendatang," kata Obama.

Ekonomi Amerika yang terus melemah menjadi topik utama debat Hillary-Obama. Keduanya juga menyoroti tuduhan dari kubu Republik bahwa mereka adalah tokoh yang berpandangan liberal baik hal perpajakan maupun pengeluaran negara.

Salah satu topik yang cukup diperdebatkan sengit adalah ketika mereka membicarakan apakah imigran gelap diperbolehkan memiliki surat izin mengemudi. Obama mendukung pemberian izin, sedangkan Hillary awalnya mendukung, tetapi kemudian menolak.

"Senator Clinton memberikan jawaban yang berbeda-beda dalam enam minggu terakhir tentang isu ini," ungkap Obama, sembari melirik Hillary.

Hillary sendiri menyebutkan kontroversi itu dipicu upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai reformasi imigrasi yang komprehensif. [AP/AFP/E-9]


Last modified: 31/1/08