SUARA PEMBARUAN DAILY

Penjualan Industri Musik Dunia Menurun

Fenomena Musik Digital Merebak

[NEW YORK] Penjualan industri musik selama tahun 2007 turun sebesar sebelas persen dari tahun sebelumnya. Sementara penjualan musik digital lewat internet meningkat hingga 40 persen. Peningkatan ini menjadi perhatian karena dapat memicu meluasnya pembajakan lewat teknologi digital itu. Demikian laporan International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) seperti yang dikutip Reuters,baru-baru ini.

Kemajuan teknologi digital membuat distribusi lagu lebih mudah. Akibatnya, konsumen lebih memilih membeli lagu dalam format digital seperti music player (MP)3 atau MP4 melalui internet. Hal inilah yang menjadi penyebab utama menurunnya penjualan kaset dan kepingan compact disc di seluruh dunia.

Data IFPI menyebutkan penjualan musik digital melalui internet mencapai US$ 380 juta pada tahun 2004. Angka itu berlipat tiga kali pada tahun 2005. Selanjutnya pada tahun 2006, angka penjualan tahun 2005 berlipat dua kali. Pada tahun 2007, penjualan melalui internet itu mencapai US$ 2,9 miliar.

Mekanisme distribusi musik digital melalui internet sebenarnya memiliki kelemahan tersendiri, terutama berkaitan isu pembajakan. Setiap orang bisa menyebarkan musik kepada siapa saja dengan mudah.

Direktur Eksekutif IFPI, John Kennedy, meminta semua negara menerapkan standar internasional untuk memberantas pembajakan melalui situs internet. Hal ini dilakukan untuk menjaga hak yang dimiliki oleh pembuat karya, baik perorangan, institusi, atau negara. Salah satu negara yang gencar melakukan proteksi pembajakan melalui internet adalah Prancis.

"Kami sangat menghargai apa yang dilakukan oleh Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, dengan menerapkan aturan menutup situs internet yang menyebarkan musik atau film secara illegal," ujarnya John Kennedy seperti dikutip Reuters.

Menurut Kennedy sangat sulit untuk mengajak orang melakukan hal ini. Sehingga apa yang dilakukan Presiden Perancis bisa menjadi titik awal bagi semua negara untuk melakukan pemberantasan pembajakan melalui internet.

"Apa yang dilakukan oleh Presiden Prancis sebenarnya adalah melindungi karya cipta dari budaya bangsanya sendiri. Hal ini pun bisa dilakukan oleh semua negara," tambahnya.

Belakangan industri musik digital melalui internat memang dikembangkan di sejumlah negara. Jepang salah satunya. Lagu Flavor of Life yang dinyanyikan Utada Hikaru, telah digunduh sebanyak tujuh juta kali oleh penggemarnya. Lagu itu kebanyakan menjadi ring tone telepon genggam. Namun di sisi lain, angka pembajakan lagu itu bisa menjadi tiga kali dari angka penjualannya, seperti yang dilaporkan Asosiasi Industri Rekaman di Jepang.

Melihat kasus itu, Kennedy menyebutkan butuh kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi dan pembuat telepon genggam. Menurut Kennedy, memang belum banyak negara yang benar-benar serius melakukan proteksi dari penyalahgunaan metode digital ini. Di Belgia, meskipun pemerintahnya memiliki aturan proteksi, sejumlah perusahaan teknologi di sana belum menerapkan secara serius.

Layanan Di Internet

Selain mengajak sejumlah negara untuk menerapkan aturan standar internasional, sejumlah perusahaan situs internasional juga diharapkan melakukan kebijakan yang sama. Belakangan pengelola situs internet juga sedang gencar-gencarnya mengembangkan layanan musik di halaman mereka.

Seperti misalnya salah satu situs internet terbesar, Yahoo Inc sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan rekaman untuk menampilkan layanan musik dalam situsnya. Lagu-lagu dengan format digital itu nantinya bisa diakses untuk umum, baik gratis atau membayar.

Saat ini, kantor Berita Reuters menyebutkan perusahaan situs internet itu sedang melakukan perundingan tertutup dengan dua perusahaan rekaman besar. Manajemen Yahoo Inc belum mau memberikan keterangan mengenai isi perundingan itu, termasuk perusahaan yang diajak kerjasama.

Sebelumnya, situs Amazon.com sudah melakukan yang sama sejak tahun lalu. Amazon.com berhasil mengalahkan situs iTunes milik perusahaan Apple Inc dalam sebuah penjajakan kontrak bisnis. Amazon Inc berhasil menggandeng kerjasama dengan beberapa perusahaan rekaman, seperti EMI, Sonny BMG Music Entertainment, Vivendi's Universal Music Group dan Warner Music Group Coorporation. [K-11]


Last modified: 1/2/08