SUARA PEMBARUAN DAILY

Konser My Chemical Romance

Hentakan Rock "Membius" Penonton

foto-foto: SP/Ignatius Liliek

Aksi vokalis, Gerard Way dan Drumer, Bob Bryar tampil atraktif pada konser di JCC, Jakarta, Kamis (31/1). Konser bertajuk "The Black Parade Tour" ini, My Chemical Romance menyuguhkan beberapa lagu unggulan mereka seperti "Welcome To The Black Parade", "I Don't Love You", dan "Teenagers".

Gerard Way

[JAKARTA] Kelompok musik My Chemical Romance (MCR) "membius" penggemar hingga tidak berdaya. Sebanyak 10 penonton yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa itu jatuh pingsan pada konser bertajuk The Black Parade yang digelar di JCC Plenary Hall, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1) malam.

Antusiasme penonton menyambut penampilan kelompok asal New Jersey, Amerika Serikat itu tampak pada awal pertunjukan. Alhasil, korban jatuh pingsan mulai terlihat usai intro yang mengantar MCR masuk ke lagu pembuka, This Is How I Disappear.

Masuk lagu kedua, Dead, kelompok yang dimotori Gerard Way (vokal), Ray Toro (gitar), Frank Iero (gitar), Mikey Way (bas), dan Bob Bryar (drum), serta James Dewees (kibor tambahan), kembali memakan korban. Hingga akhirnya, Gerard terpaksa meminta penggemarnya untuk sedikit tenang dan mengambil langkah mundur.

Setelah memberikan "nasihat," dan dituruti ribuan penonton kelas festival, MCR kembali melanjutkan penampilan mereka melantunkan I'm Not Okay (I Promise). Single kedua dari album Three Cheers For Sweet Revenge (2004) ini, disambut hangat penonton yang kebanyakan mengenakan pakaian serba hitam.

Namun, korban kembali berjatuhan di bagian depan. Sebagian pingsan, sebagian lainnya masih sadarkan diri. Hal ini jelas merepotkan banyak petugas keamanan karena mereka terpaksa membawa korban ke luar dari tengah- tengah kepadatan penonton.

"Ya, konser kelompok musik rock seperti ini memang sedikit agak menegangkan. Tetapi, kebanyakan mereka yang dikeluarkan dari tengah-tengah kerumunan penonton karena tidak memiliki ruang gerak, dan sebagian karena dehidrasi dan perut kosong," tutur Ketua Promotor Java Musikindo Adri Subono ditemui SP usai acara.

Meski demikian, Adri pantas lega. Pasalnya, penampilan Gerard dan kawan-kawan selama 70 menit secara keseluruhan boleh dibilang sukses. MCR tampil memukau di depan 6.000 penonton dengan aksi panggung Gerard yang interaktif dan atraktif.

Iero, Mikey, dan Toro juga tidak mau kalah. Mereka menaikkan suhu ruangan dengan berjingkrak-jingkrak di atas panggung. Hanya Bryar dan Dewees yang terpaksa duduk manis memainkan alat musik yang tidak memungkinkan mereka bergabung ke barisan depan panggung. Tetapi, Dewees masih lebih beruntung. Pasalnya, dia memiliki kesempatan unjuk kebolehan mengetuk tuts-tuts kibornya sambil bernyanyi di dua lagu terakhir.

Walau patut mendapat sambutan meriah penonton, aksi kelompok musik asal New Jersey, Amerika Serikat ini tidak lepas dari kekurangan, seperti vokal Gerard yang kurang maksimal. MCR mengawali kariernya di dunia musik alternatif rock sejak terbentuk pada tahun 2001. Setahun kemudian, MCR berhasil merampungkan album perdana berjudul I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love. Dilanjutkan dengan album kedua, Three Cheers For Sweet Revenge di tahun 2004, dan The Black Parade di tahun 2006.

Penampilan MCR semalam menyuguhkan banyak lagu-lagu dari album terakhir mereka antara lain, House of Wolves, Mama, Welcome To The Black Parade, I Don't Love You, Cancer, dan Teenagers.

Sementara lagu Helena, Give 'Em Hell Kid, dan Cemetery Drive diambil dari album kedua mereka, serta Headfirst for Halos dari album pertama. Soal lirik lagu yang berbau kekerasan, Mikey mengatakan, hal itu adalah kondisi riil kehidupan manusia. Dia mengatakan, lirik tersebut hanya mencoba mendeskripsikan bentuk kekerasan di sekitar lewat bermusik. [CNV/N-4]


Last modified: 1/2/08