SUARA PEMBARUAN DAILY

Seputar Gelora

33 Emas di ASEAN Para Games

Kontingen Indonesia meraih 33 medali emas pada ajang ASEAN Para Games (olahraga penyandang cacat) yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand, 17-27 Januari 2008. Selain 33 emas, Indonesia juga merebut 25 medali perak dan 18 perunggu.

Dengan perolehan medali seperti itu, Indonesia berada di peringkat empat yang sama dengan prestasi yang diraih dua tahu lalu. Kontingen Merah Putih berada di bawah Thailand dengan total emas mencapai 256 keping dan perak 109 keping serta perunggu 84 keping, Malaysia dengan 81 emas, 74 perak, dan 46 perunggu, serta Vietnam dengan78 emas, 66 perak, dan 43 perunggu. "Hasil ini lebih baik dari prestasi dua tahun lalu," kata Ketua Kontingen atlet Indonesia di ajang tersebut, Mulyana di Jakarta, Senin (28/1).

Ia mengatakan demikian, karena pada ajang yang sama dua tahun lalu yang digelar di Manila, Filipina, Indonesia hanya meraih 31 emas, 27 perak, dan 24 perunggu. Selain itu, jumlah atlet yang dikirim tahun ini lebih sedikit bila dibandingkan dua tahun lalu. Saat itu, Indonesia mengirim 56 atlet, sementara tahun ini hanya mengirim 47 atlet. Pada ajang tersebut, Indonesia berpartisipasi di tujuh cabang olahraga dari 14 cabang yang dilombakan, yakni atletik, renang, bulutangkis, tenis meja, angkat besi, tenis kursi roda, dan catur. [RBW/L-9]

Pelatih AC Milan Bantu Sepakbola Banten

Seorang pengusaha Italia, Roberto berencana membawa pelatih dari klub AC Milan untuk membantu secara teknis pembinaan sepakbola usia dini di Provinsi Banten. Hal itu dikatakannya, dalam rangka menjajaki investasi di bidang olahraga sepak bola tersebut, Senin (28/1), saat bertemu Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, Hilman Nitiamidjaja yang didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Iin Mansyur.

Roberto sebagai pengusaha Banten Inti Gas berencana untuk menyumbang hasil usaha ke dalam bentuk sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuk teknisnya dengan mendatangkan pelatih bagi para atlet muda Indonesia. Hilman mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan berupaya menyediakan lahan untuk membangun sekolah sepak bola tersebut. "Lahan yang kita sediakan seluas lima hektare. Namun kita masih menawarkan kepada Roberto itu, apakah lokasi yang ditunjuk itu layak atau tidak dijadikan sekolah sepak bola itu," ujar Hilman.

Seusai meninjau lokasi bakal dibangunnya sekolah sepak bola, Roberto menyempatkan diri untuk melihat kegiatan para pemain sepak bola usia dini dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Singandaru Serang dan Banten Raya Pandeglang. [149]

Kempo di SEA Games 2011

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KON) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo berharap cabang olahraga bela diri kempo dapat resmi dipertandingan pada SEA Games 2011 di Indonesia. Pasalnya, SEA Games 2009 di Laos hanya mempertandingkan 25 cabang olahraga Olimpiade. Kontribusi atlet kempo Tanah Air diyakini dapat maksimal saat cabang olahraga tersebut masuk sebagai cabang resmi di gelaran pesta olahraga Asia Tenggara ini.

Karena pada SEA Games XXIV/2007 di Thailand, meski baru nomor ekshibisi, atlet kempo Indonesia mampu meraih delapan dari total 10 emas yang dilombakan. Rita mengatakan hal itu di sela-sela acara pelantikan Pengurus Besar Persaudaraan Bela diri Kempo Indonesia (Perkemi) masa bakti 2007-2011 di Jakarta, Minggu (27/1) malam.

Ketua Umum Perkemi, Timbul Thomas Lubis menjelaskan saat ini organisasi yang dipimpinnya sudah memiliki pengurus daerah di 32 provinsi. "Fokus kami pada kepengurusan yang baru adalah meningkatkan olahraga kempo di tingkat regional (Asia Tenggara). Karena kami punya cita-cita cabang ini nantinya dilombakan di Olimpiade," ujarnya.

Terkait tidak dilombakannya kempo di SEA Games 2009, Timbul menyatakan akan melobi pihak Laos, supaya cabang itu dapat tetap dikompetisikan, meski nantinya harus mengeluarkan biaya sendiri. [L-9]


Last modified: 29/1/08