![]()
[JAKARTA] Cabang atletik berencana mengganti atletnya di nomor lari maraton yang mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Olimpiade 2008. Hal itu dilakukan karena adanya larangan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang meminta atlet Olimpiade, khususnya dari nomor lari jarak jauh tersebut, tidak boleh tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) yang rencananya digelar Juli mendatang.
"Kami segera mengganti mereka dalam minggu ini. Itu dilakukan karena di PON nanti, mereka berencana turun di nomor maraton. Padahal tidak diizinkan KOI," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Tigor Tanjung di Jakarta, Senin (28/1).
Ia mengatakan empat atlet yang bakal diganti adalah Yahuza dan Feri Marinca Subnafeu (Kalimantan Timur), Jauhari Johan (Sumatera Selatan), serta Maria Natalia Londa (Bali). Keempatnya merupakan atlet yang akan berlaga di nomor maraton. "Saya belum mau menyebut siapa pengganti mereka karena harus menunggu keputusan dari KOI. Tetapi mereka pasti akan diganti karena mereka berencana turun di PON dengan nomor yang sama."
Sebelumnya, pada peresmian Pelatnas minggu lalu, Ketua Kontingen atlet (Chief de Mission) untuk Olimpiade 2008, Rosihan Arsyad menegaskan ada dua cabang olahraga yang atletnya dilarang berlaga di PON yaitu bulutangkis dan atletik, khususnya untuk nomor maraton. Pelarangan itu dilakukan karena dikuatirkan atlet yang berlaga di cabang tersebut akan menderita cidera pada PON nanti. Jika itu terjadi maka mereka tidak bisa turun di Olimpiade yang beda waktunya hanya 11 hari dengan pelaksanaan PON.
Tigor mengatakan pengganti keempat atlet itu adalah mereka yang memiliki kemampuan setingkat dengan atlet yang ada saat ini. "Semuanya atlet senior," tegasnya.
Pilih PON
Di tempat terpisah, Feri Marinca Subnafeu mengaku belum mendapat pemberitahuan kalau dirinya akan dikeluarkan dari Pelatnas. "Saya belum tahu mengenai itu. Jadi saya belum bisa berkomentar," katanya saat dihubungi SP, Selasa (29/1) pagi.
Tetapi ia menyatakan siap menerima kalau keputusan itu dilakukan, dan akan memilih tampil di PON. "Mungkin belum nasib saya ikut Olimpiade. Tetapi saya siap menerima hal itu. Dengan itu, saya bisa lebih konsentrasi membela daerah saya," ujar Ferri yang baru bergabung bersama Kalimantan Timur pada PON tahun ini.
Mengenai siapa atlet yang akan dikirim ke Olimpiade di Beijing, Tiongkok, Agustus mendatang, Tigor mengemukakan akan bergantung pada hasil kualifikasi. Jika ada banyak atlet yang lolos babak kualifikasi, jumlah yang dikirim bisa lebih banyak.
Saat ini, ada 10 atlet yang mengikuti Pelatnas. Jika empat orang diganti maka sisa enam atlet. Mereka adalah Suryo Agung Wibowo (Jawa Tengah) dan Muhammad Patoniah (Nusa Tenggara Barat). Kedunya akan turun di nomor 100 dan 200 meter. Doni Susanto (Jawa Barat) akan bermain di nomor lompat jauh dan lompat jangkit), Dedeh Erawati (DKI Jakarta) bermain di nomor lari 100 meter gawang, serta Triyaningsih dan Rini Budiarti yang akan turun di nomor 5.000 dan 10.000 meter.
Tigor mengatakan sampai saat ini, baru Suryo Agung Wibowo (Jawa Tengah) yang lolos kualifikasi yang akan bermain di nomor 100 meter. Sementara atlet lainnya akan mengikuti babak kualifikasi akan dilakukan mulai Februari hingga Juli mendatang. [RBW/L-9]