
Juara dunia kelas bulu WBA Chris John (kiri) tengah memandang lawannya yang terjatuh, petinju Panama Roinet Caballero pada pertarungan perebutan gelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1). sp/luther ulag
[JAKARTA] Pertarungan penyatuan gelar (unifikasi) antara Chris John melawan juara tinju dunia kelas bulu versi badan tinju yang lain (WBC, IBF, WBO) baru sebatas wacana saja. Belum ada kesepakatan bersama dalam kubu juara dunia WBA itu untuk melakukan hal tersebut.
Menurut Chris John, Senin (28/1), beberapa bulan terakhir ini kubunya mendapat tawaran dari sejumlah pihak untuk melakukan unifikasi. Pihak-pihak yang menawarkan tersebut umumnya adalah promotor. Tidak dirinci lebih jauh siapa promotor yang menawarkan unifikasi itu. Apakah promotor dari para juara di tiga badan tinju tersebut atau promtor di luar dari ketiga badan itu. Petinju Tanah Air itu hanya mengatakan sudah ada tawaran, namun belum ada kesepakatan bersama dalam kubunya.
Setelah memenangkan pertarungan melawan petinju Panama Roinet Caballero, Chris John telah mempertahankan gelarnya untuk yang kesembilan kali. Sekali lagi, petinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah itu akan meraih gelar super champion. Tampaknya dia belum berpikir lebih jauh untuk melakukan pertandingan unifikasi. "Saya kira untuk saat ini saya konsentrasi untuk meraih gelar super champion. Program lainnya belum. Tetapi itu semua tergantung dari manajemen saya," tuturnya.
Dia juga tak menampik, untuk pertarungannya mempertahankan gelar yang ke-10, bisa saja dengan menghadapi petinju sesama Indonesia. Namun syaratnya, petinju nasional yang punya peringkat di 10 besar WBA.
Sementara itu pengamat tinju yang juga mantan juara tinju Asia, Syamsul Anwar Harahap, mengatakan sudah saatnya bagi Chris John untuk melakukan unifikasi gelar. Tidak perlu meraih gelar super champion, karena menurutnya unifikasi lebih bergengsi, dibandingkan super champion. Para juara kelas bulu versi badan tinju lain di antaranya juara kelas bulu WBC adalah Jorge Linares, juara IBF Robert Guerrero, dan Steve Luevano (WBO).
Dari segi teknis, di badan tinju WBA menurut Syamsul sudah tak ada petinju yang mampu mengalahkan Chris John. Kemenangan melawan Caballero adalah bukti dari kelebihan petinju Indonesia itu. Hanya saja, untuk melangkah ke unifikasi adakah promotor yang menyiapkan dana segar sebesar Rp 7 miliar. Rinciannya Rp 5 miliar untuk membayar kedua petinju, sisanya untuk penyelenggaraan. "Kalau ada promotor yang berani, maka sekarang ini adalah saatnya untuk melakukan unifikasi," tutur Syamsul. Dia menyatakan hal itu karena dari segi usia, Chris John saat ini berada di batas akhir usia emas. Sebentar lagi sudah habis. Bila Chris John lakukan unifikasi sekarang posisi meraih kemenangan lebih besar dibanding menunggu setahun, atau dua tahun mendatang. Di samping itu dia akan mencatat dua sejarah baru bagi Indonesia, meraih super champion, dan gelar juara sejati (unifikasi). [W-6]