
Pemain Ghana, John Pantsil (kanan) mengontrol dengan dikawal pemain Maroko, Marouane Chamakh pada pertandingan Grup A Piala Afrika di Accra, Ghana, Senin (28/1). Ghana menang 2-0. AP/Alastair Grant

[ACCRA] Tuan rumah Ghana dan Guinea melangkah ke babak perempat final Piala Afrika 2008 setelah menjalani pertandingan ketiga Grup A di Accra dan Sekondi, Senin (28/1). Mereka bergabung dengan Pantai Gading yang sebelumnya telah memastikan diri lolos ke babak delapan besar.
Ghana mendapatkan tiket ke babak perempat final setelah mengalahkan Maroko 2-0 di Accra. Guinea memang hanya bermain imbang 1-1 saat bertemu Namibia. Namun, hanya dengan tambahan satu angka itu, sudah cukup bagi Guinea untuk lolos.
Di klasemen akhir, Ghana yang tidak pernah kalah di tiga pertandingan mengumpulkan nilai sembilan, disusul Guinea dengan angka empat. Maroko dan Namibia masing-masing mendulang tiga dan tanpa nilai.
"Si Bintang Hitam" Ghana yang bertarung di hadapan pendukungnya sendiri berpesta lewat gol-gol yang dicetak oleh Michael Essien dan Sulley Muntari. Sementara satu gol yang diciptakan oleh Souleymane Youla sudah cukup untuk mengantarkan Guinea ke babak berikutnya. Namibia hanya bisa menyamakan kedudukan lewat Brian Brendell.
"Saya mengerahkan segala kemampuan saya untuk tim sehingga mendapatkan nilai penuh. Saya rasa kekuatan kami terus meningkat. Jika terus meningkat, saya yakin kami akan juara (Piala Afrika). Kami siap bertemu tim mana pun," kata Essien, yang bermain untuk klub Chelsea (Inggris).
Pelatih Ghana, Claude Le Roy memuji timnya yang bermain luar biasa. Meskipun hanya membutuhkan hasil imbang melawan Maroko, mereka tetap saja bertarung untuk kemenangan.
"Bagi saya, pertandingan tadi merupakan yang terbaik sejak saya menangani Ghana. Mereka bermain sangat baik dan penuh dedikasi. Solidaritas di antara mereka sungguh baik," ujar Le Roy.
Essien menjadi bintang dalam pertandingan tersebut. Selain mencetak gol di menit ke-26, gelandang tersebut juga andil dalam terciptanya gol kedua Ghana, satu menit menjelang turun minum. Essien memberi umpan kepada Muntari untuk diteruskan ke gawang lawan yang dijaga Lamyaghri. "Saya tidak dapat membicarakan pertandingan itu. Semuanya telah gagal," kata pelatih Maroko, Henri Michel.
Pertandingan yang juga menarik terjadi di Sekondi, antara Guinea melawan Namibia. Kegembiraan tentu saja menyelimuti kubu Guinea. Meskipun hanya menggapai hasil imbang, itu sudah cukup bagi mereka untuk ke babak delapan besar.
"Ini pertandingan terbaik yang pernah kami mainkan sejauh ini. Saya rasa, gol ke gawang kami terjadi karena kesalahan individu," kata pelatih Guinea Robert Nouzaret.
Guinea, runner up 1976, dan Namibia juga berada dalam grup yang sama pada kualifikasi Piala Dunia 2010. Guinea dan Namibia, bertarung dengan Kenya dan Zimbabwe di grup yang sama.
Mundur
Sementara itu, pelatih Senegal Henri Kasperczak, Senin, memastikan pengunduran dirinya sehari setelah timnya dikalahkan 1-3 oleh Angola. Asisten pelatih Lamine Ndiaye akan menjadi pelatih sementara untuk pertandingan tersisa di Grup D melawan Afrika Selatan di Tamale, Kamis.
Kasperczak dalam temu pers mengatakan bahwa dia berharap pengunduran dirinya itu akan mengubah keberuntungan timnya.
"Setelah kekalahan dari Angola kemarin, saya menyatakan pengunduran diri saya kepada presiden federasi (sepakbola Senegal)," katanya.
"Pengunduran tersebut sudah diterima, jadi kini saya tidak lama lagi selaku pelatih nasional," tambahnya. [AP/W-11]