SUARA PEMBARUAN DAILY

20.844 Hektare Lahan di Pessel Telantar

[PADANG] Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas dan subur, tetapi sekitar 20.844 hektare (ha) lahan kering dan basah di Pessel dibiarkan telantar. Pemerintah mencoba membuat program untuk mengaktifkan masyarakat memaksimalkan pemakaian lahan yang sekarang masih telantar.

Kepala Sub Dinas Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Diperta) Kabupaten Pessel, Arpen Abas kepada SP, di Painan, Senin (28/1) mengatakan, lahan terlantar tersebut salah satunya di Kecamatan Linggo Saribaganti dengan luas 1.500 ha. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel sejak 2007 membuat program pengentasan kemiskinan, dengan memanfaatkan lahan terlantar menjadi lahan produktif.

Pemkab terus mengarahkan pemilik lahan menanam bermacam tanaman hortikultura dan palawija yang terlantar. Pemilik lahan tidak mau mengerjakan lahan tersebut, karena biaya yang harus dikeluarkan tidak seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Murahnya harga gabah menyebabkan pemilik lahan banyak yang berpindah profesi pada pekerjaan lain, seperti nelayan atau berdagang.

Dari luas lahan terlantar, terdapat tanah tadah hujan 7.000 ha. Surplus panen gabah daerah ini mencapai 50.000-60.000 ton per tahun atau setara dengan 30.000 ton beras. Tanaman padi yang selama ini merupakan produk unggulan pertanian Pessel, akhir-akhir ini sudah mulai berkurang, ditandai semakin luasnya lahan terlantar.

Setelah tanaman padi, produk unggulan lain yang dimiliki daerah ini seperti tanaman jagung dan pisang. Sedangkan semangka, kacang-kacangan adalah produk tambahan yang bukan produk. [BO/M-11]


Last modified: 29/1/08