[MEDAN] Ratusan guru berunjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (28/1). Para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut agar menganggarkan dana kesejahteraan untuk guru di Sumut sekitar Rp 300.000 per orang per bulan.
Pengunjuk rasa yang mengenakan pakaian seragam PGRI tersebut meminta dana kesejahteraan itu diberikan kepada guru PNS, guru swasta, dan guru agama.
Sekretaris Umum PGRI Sumut, Abdul Latif, merasa kecewa dengan pemerintah karena dana kesejahteraan yang dituntut tidak pernah direalisasikan.
"Permintaannya tidak banyak. Hanya Rp 300.000 per guru per bulan. Sedangkan guru di Sumut, baik guru PNS, swasta, dan guru agama hanya berjumlah 203.000 guru. Artinya jika dikalikan anggaran yang dikeluarkan total sekitar Rp 60,9 miliar per bulan," katanya.
Perbandingan Abdul Latif mengkritik kebijakan pemerintah yang memberikan dana kesejahteraan kepada Asosiasi Profesor Indonesia (API) Sumut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2007 total Rp 7,5 miliar, dengan Rp 3 juta per orang.
"Ternyata bukan persoalan tidak adanya uang, tetapi karena kebijakan. Padahal, dana yang diperuntukkan itu (API, Red) sebenarnya tidak tepat karena mereka pegawai Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Pemprov Sumut lebih tepat memperhatikan guru, karena guru-guru di daerah ini bernaung ke Dinas Pendidikan Provinsi. Nyatanya malah memberi kesejahteraan kepada Asosiasi Profesor sebesar Rp 3 juta per bulan," katanya. [151]