SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Wiranto Puji Gaya Soeharto

Mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI, Wiranto memuji mantan Presiden Soeharto sebagai pembuat keputusan yang bijaksana. Soeharto, kata Wiranto, adalah seorang pemimpin yang tidak takut mengambil keputusan, apa pun risikonya. Hal itu membuat Wiranto meneladani Soeharto. Kepada wartawan, di Astana Giribangun, Karanganyar, Senin (28/1), Wiranto menyebut mantan atasannya itu sebagai pembuat keputusan yang bijaksana. Soeharto, katanya, bahkan tidak mengubah keputusan yang dibuatnya. "Beliau adalah pemimpin yang selalu menepati janji dan ucapannya sendiri," katanya.

Hal lain yang diingat Wiranto tentang Soeharto adalah kepedulian kepada rakyat kecil. "Itu pelajaran dan teladan yang selalu saya ikuti dan ingat dari beliau," kata Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Wiranto yang pernah tiga tahun menjadi ajudan Soeharto mengingat satu contoh yang kelihatannya sepele namun menunjukkan kepedulian kepada rakyat. Soeharto selalu berangkat dari Jalan Cendana ke Bina Graha pada pukul 09.00 WIB dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang harus masuk kerja pukul 08.00 WIB. "Kalau dia berangkat pada jam yang sama, akan terjadi kemacetan. Karena itu, Soeharto selalu meminta agar kendaraan yang melaju di jalan tol tidak diberhentikan secara total ketika dia juga harus menggunakan jalan tol," ujar Wiranto. [Y-3]

Latihan Gabungan TNI di Natuna

Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Juni mendatang akan menggelar latihan perang gabungan di wilayah perairan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Latihan kali ini tidak melibatkan militer negara lain. Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Laksamana Muda Agus Suhartono, Senin (28/1), memastikan kalau latihan itu hanya melibatkan TNI AL, AU, dan AD dari wilayah barat dan timur Indonesia.

"Sekitar 10.000 personel TNI dilibatkan dalam latihan gabungan itu. Sebagian besar berasal dari wilayah timur," ujarnya kepada wartawan setelah melantik Laksamana Pertama Marsetio sebagai Danlantamal IV menggantikan Laksamana Pertama Among Margono. Menurutnya, latihan bersama akan digelar di perairan Batam dan Natuna, Provinsi Kepri.

Batam akan dijadikan sebagai latihan operasi khusus, sedangkan operasi amfibi digelar di perairan Natuna. "Pematangan rencana latihan dilaksanakan pada Februari nanti. TNI AL akan mengerahkan 12 kapal perang dan kemungkinan menggunakan armada lain seperti pesawat tempur. [Ant/O-1]


Last modified: 28/1/08