SUARA PEMBARUAN DAILY

AJI Kritik Pembingkaian Berita Soeharto

[BANDUNG] Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung, Agus Rakasiwi menyesalkan pembingkaian berita televisi terkait kematian mantan Presiden Soeharto. Menurut dia, konglomerasi media massa di Indonesia telah mengantarkan publik untuk melupakan tragedi selama 32 tahun kekuasaan Soeharto.

Menurut Agus, Senin (28/1), produk televisi saat ini hanya menonjolkan pencitraan positif Keluarga Cendana dan cenderung mengesampingkan kasus hukum Soeharto. Itu sama dengan reformasi sepuluh tahun untuk menegakkan hukum telah dibelokkan media massa dalam liputan mereka.

"AJI Bandung ikut berbela sungkawa dengan meninggalnya Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Namun, (peliputan) ini bukan bahan pelajaran yang bagus di masa mendatang," kata dia.

Agus mengatakan parade sirkus media massa seperti itu mendorong masyarakat Indonesia menjadi tidak kritis terhadap persoalan bangsanya sendiri. "Parade sirkus media telah menafikan hukum sebagai pilar negara," tutur dia.

Menurut dia, seharusnya perilaku jurnalis yang profesional tidak merugikan publik yang ingin mendapatkan informasi dengan akurat. Namun, dengan adanya cara kerja yang kurang profesional, malah menghambat publik yang memiliki hak mencari layanan kesehatan atau sedang menjalani proses perawatan di rumah sakit tersebut. Agus mendesak manajemen media untuk menjamin independensi redaksi sesuai amanat Undang-undang tentang Penyiaran. "Bahkan, dari pengaruh pemilik media sendiri," kata dia berharap. [153]


Last modified: 28/1/08