SUARA PEMBARUAN DAILY

Pengoperasian Kabel Listrik Bawah Laut Ditunda

[JAKARTA] Pengoperasian kabel listrik bawah laut di Kepulauan Seribu yang rencananya akan dilakukan pada akhir Januari 2008 ditunda hingga pertengahan Februari akibat masalah teknis.

Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (28/1), mengatakan, rencana pengoperasian listrik tertunda menyusul rusaknya kabel bawah laut sepanjang enam kilometer dari Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa. "Dinas Pertambangan dan PLN yang menyelidiki. Untuk kerusakan diserahkan kontraktor karena mereka yang bertanggung jawab," ujarnya

Menurut Bupati, terhambatnya pengoperasian listrik di Pulau Seribu akibat kerusakan kabel bawah laut. Dari tiga kabel yang ada, satu di antaranya dinyatakan mengalami kerusakan. Bahkan, dari uji coba, terjadi kekurangan arus. Perbaikan kabel bawah laut tersebut murni tanggung jawab kontraktor mengingat belum ada serah terima. Seandainya sudah diserahkan pun, PLN yang bertanggung jawab.

Disinggung apakah mengelupasnya kabel akan membahayakan nelayan, menurut Djoko, hal itu tidak terjadi. Sebab, sebagaimana kabel bawah laut lainnya memiliki pelindung luar yang sangat kuat. Sebelumnya, kabel bawah laut mulai dibangun sejak awal 2007 sepanjang 43 kilometer yang berawal dari Teluk Naga di Pulau Untung Jawa melalui Pulau Pancang hingga Pulau Tidung dengan aliran listriknya berasal dari gardu induk milik PLN di Tanjung Pasir.

Jalur kabel bawah laut itu dimulai dari gardu induk di Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Pancang, Pulau Payung dan berakhir di Pulau Tidung.

"Adanya listrik 24 jam di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan tersebut akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena selama ini aliran listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel hanya beroperasi sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB lebih dari itu tidak ada listrik," kata Djoko.

Dengan kondisi itu, menurut Djoko, maka warga sulit mengembangkan industri kecil padahal di kawasan itu potensi hasil laut cukup banyak. [Ant/L-8]


Last modified: 29/1/08