[WASHINGTON] Presiden Amerika Serikat George W Bush, dalam pidato kenegaraan yang lazim disebut State of the Union, Senin (28/1), meminta rakyat AS untuk berdiri teguh menghadapi ancaman resesi ekonomi.
Ia mengakui rakyat AS tengah dililit kesulitan karena ketidakpastian masa depan perekonomian. "Perekonomian berjalan dalam ketidakpastian. Di dapur-dapur rumah di seantero negara kita tergambar keprihatinan soal masa depan ekonomi ini," ujarnya.
Untuk itu, ia mendesak Kongres menyetujui paket perekonomian US$ 150 miliar. Paket stimulus itu berupa pemotongan pajak untuk keluarga dan insentif untuk kalangan bisnis yang mau berinvestasi di pabrik dan peralatan baru.
Bush akan mendesak Kongres untuk menyetujui bantuan ekonomi jangka pendek dan membuat kebijakan pemotongan pajak yang diajukan pada periode pertama pemerintahannya menjadi sebuah kebijakan yang permanen. Kebijakan pemotongan pajak yang digagas Bush itu sendiri akan habis masa berlakunya pada 2010 mendatang.
Selain soal ekonomi, Bush juga mengatakan keputusan menambah pasukan di Irak menampakkan hasil. "Al-Qaida kini kocar-kacir," kata Bush.
Ia mengatakan musuh-musuh AS di Irak telah menderita pukulan besar, kendati mereka juga belum sepenuhnya terkalahkan. "Kita masih tetap menghadapi pertempuran keras di masa-masa mendatang," kata Bush. Menyinggung kembali salah satu tema dari kunjungan dia ke Timur Tengah bulan ini, Bush mendesak agar Iran menangguhkan aktivitas pengayaan uranium yang menurut Gedung Putih dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk membangun program persenjataan nuklir.
Tantangan besar bagi Bush menyeruak ketika rakyat AS lebih menaruh perhatian pada siapakah yang akan menjadi presiden AS mendatang ketimbang menyimak kebijakan-kebijakan yang tengah diupayakan Bush. "Kami menyadari jendela tempat kami berada di dalamnya," ungkap penasehat Gedung Putih, Ed Gillespie. "Para kandidat akan menjadi pusat perhatian umum," kata Gillespie. Ia mengakui, Kongres akan "tutup telinga rapat-rapat" terhadap Gedung Putih pada pertengahan tahun ini.
Laporan intelijen AS terbaru menyimpulkan bahwa Iran telah menghentikan program persenjataan nuklirnya pada 2003. Tetapi menurut Bush, program tersebut dapat dengan mudah dimulai kembali.
"Jelaskanlah maksud-maksud nuklir Anda termasuk aktivitas-aktivitas di masa lalu yang terkait dengan itu. Hentikanlah penindasan Anda di dalam negeri, dan hentikan pula dukungan Anda terhadap aktivitas-aktivitas teror di luar," seru Bush kepada pemerintah Iran. "Tetapi, di atas semua itu, ketahuilah: Amerika akan menghadapi siapapun yang mengancam tentara-tentara kami, kami akan berdiri bersama-sama sekutu kami, dan kami akan mempertahankan kepentingan-kepentingan vital kami di Teluk Persia," kata Bush.
Pidato State of the Union yang disampaikan Bush pada hari Senin adalah kesempatan terakhirnya. Masa kepresidenan Bush kini masih tersisa 12 bulan saja. Bahkan waktu yang dia miliki lebih singkat untuk dapat mengesahkan undang-undang apa pun, karena Kongres beranjak lebih awal untuk pemilihan pada bulan November.
Pidato Bush secara umum terbagi menjadi dua topik utama, yakni urusan-urusan domestik dan luar negeri. Tidak ada gagasan besar yang tampak dalam pidato itu.
Bush, dalam pidato itu, mengatakan AS memberikan lebih dari separo bantuan pangan dunia. Bush mengusulkan pula pembelian sejumlah hasil panen para petani di negara-negara berkembang ketimbang menyalurkan barang-barang surplus AS ke luar negeri. [AP/E-9]