SUARA PEMBARUAN DAILY

Album Baru DOT Pertahankan Corak 80-an

Istimewa - DOT

Setelah tujuh tahun tak terdengar kiprahnya di industri musik tanah air, grup band DOT (baca: de-o-te,Red) kembali muncul dengan mengusung sebuah album baru bertajuk Belahan Jiwa.

Album ini merupakan album ketiga mereka, setelah album Siapa Kamu (1997) dan Jangan-Jangan (1999) yang sempat melahirkan sejumlah hits seperti Jangan-Jangan, Siapa Kamu, Rindu, serta Cinta dan Sahabat.

Grup yang dimotori oleh kakak beradik, Adam Glen Doly (gitar) dan Eza Yayang (vokal) ini, mengusung album barunya dengan menggandeng Aroel pada bas dan Alsa sebagai additional player dram.

Sebelum membantu DOT, Alsa kerap membantu mengiringi penampilan Gita Gutawa, serta beberapa penyanyi remaja. Meski usianya masih 14 tahun, namun gadis berkulit putih ini telah mulai belajar menggebuk drum sejak masih berusia 4 tahun.

"Waktu 10 tahun lalu, saya sudah mengenal lagu-lagu DOT, saya nggak menyangka saat ini bisa bergabung dengan mereka," imbuhnya dengan senyum yang mengembang.

Keinginan untuk memenuhi kerinduan para penggemar, disebut Eza sebagai salah satu alasan kemunculan DOT kembali. Selain itu, dia maupun Adam juga telah merasa siap untuk kembali tampil di hadapan para fansnya.

"Selama vakum, banyak orang terutama para penggemar DOT bertanya pada kami kapan DOT akan kembali mengeluarkan album baru. Kenyataan bahwa DOT masih diingat para penggemarnya membuat kami semangat untuk kembali merilis album baru," ungkapnya di Jakarta, baru-baru ini.

Musik bergenre pop masih dipilih DOT sebagai "bahasa" yang digunakan dalam menyapa para penggemarnya. Selain itu dari sisi musik, DOT juga masih mempertahankan slow beat bergaya 1980-an yang mudah dicerna.

"Pola bermusik seperti ini kembali menjadi tren saat ini. Kami sudah menapaki industri musik Tanah Air tahun 1997 dengan gaya bermusik seperti ini. Jadi bukan hal sulit jika kami kembali tampil dengan gaya musik slow beat seperti ini," ungkap Eza.

Tema cinta pun masih menjadi andalan mereka dalam mengekspresikan musikalitas bermusik mereka. Namun seiring dengan waktu, kedewasaan serta kematangan para personel DOT pun ikut mempengaruhi lagu-lagu cinta yang mereka bawakan. Cinta yang mereka tembangkan kini tak lagi sekadar cinta monyet, namun sebuah cinta dewasa yang penuh dengan romantisme.

Kematangan vokal Eza Yayang dapat disimak pada lagu Belahan Jiwa yang mereka pilih sebagai single pertama. Serta delapan lagu lainnya berjudul Denganmu, Terhempas, Bagai Bunga, Ku Berkaca ada Alasan, Tatap Mata, Rasa, dan Kau Telah Beri.

Lagu Belahan Jiwa, yang bercerita tentang kerinduan seseorang pada kekasihnya yang telah pergi, kata Eza, telah dipilih sebagai soundtrack cerita cookies di SCTV, serta menjadi soundtrack sebuah film televisi yang juga dibintangi oleh Eza.

Menurut Eza, album ketiga ini digarap sejak tahun 2007. Demi merampungkan album Belahan Jiwa, Eza pun memilih untuk mengerem kiprahnya di dunia sinetron yang selama ini digeluti.

"Selama masa promosi album in,i saya akan mengurangi pekerjaan di sinetron. Untuk saat ini, semua personel DOT harus fokus dan mendahulukan upaya promosi album ini," tuturnya.

Sementara itu Executive Producer Musica Studio, Indrawati Widjaja (Achin), berharap, kehadiran DOT di kancah musik tanah air pasca vakum selama tujuh tahun masih dapat diterima masyarakat. Terlebih lagu-lagu yang mereka bawakan di album terbaru ini sesuai dengan trend musik yang saat ini sedang digemari.

"Seharusnya kehadiran DOT kembali bisa diterima para penggemarnya serta para pencinta musik Indonesia. Karena musik yang dibawakan DOT sangat sesuai dengan keinginan pasar saat ini. Band-band baru saja bisa diterima, seharusnya DOT yang namanya sudah dikenal tentu akan lebih bisa diterima lagi," katanya.

Lamanya waktu yang telah terbuang seiring dengan vakumnya DOT, diharapkan Acin, akan segera "terbayar" dengan dirilisnya album Belahan Jiwa. Terlebih album ini dibuat dengan persiapan yang cukup matang dari para personel DOT.

"DOT baru kembali mengeluarkan album tahun ini karena mereka baru punya materi lagu tahun lalu. Selama ini, saya selalu bersabar menunggu kesiapan mereka, karena saya tahu mereka juga punya kegiatan di luar musik. Tahun lalu, mereka menawarkan materi lagu saya merasa cocok, dan langsung setuju untuk membuat album terbaru DOT," ungkap Achin.

Menurut Achin, pasca dirilisnya album ketiga ini, DOT masih punya utang satu album dengan Musica Studio. Dia pun berharap album berikutnya akan dapat segera dirilis, seiring dengan diterima kembali DOT oleh para penggemarnya. [SP/Yumeldasari Chaniago]


Last modified: 28/1/08