SUARA PEMBARUAN DAILY

Harga Pakan Ternak Bakal Naik Lagi

[JAKARTA] Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) mengkhawatirkan melonjaknya harga pakan ternak akibat naiknya harga jagung saat ini. Menurut Ketua FMPI, Don P Utoyo, selama 2007, harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak naik hingga 50 persen. Kenaikan tersebut, akan berlangsung tahun 2008 ini dan seterusnya sekitar 30-50 persen.

Don mengkhawatirkan industri pakan ternak tak lagi mampu menahan diri untuk tidak menaikkan harga pakan dalam beberapa pekan ke depan. Namun, Don meminta pihak industri tidak menentukan sendiri harga pakan dan mempertimbangkan kemampuan peternak karena rendahnya daya beli peternak, terutama skala menengah dan kecil.

"Kalau harga pakan dinaikkan terlalu tinggi, usaha peternakan rakyat akan terpukul sebaliknya kalau tidak dinaikkan justru industri yang semakin mengalami kerugian," ujarnya di Jakarta, Senin (28/1).

FMPI meminta pemerintah menghapuskan bea masuk (BM) impor jagung, yang saat ini besarnya lima persen. Menurut Don, pembebasan BM impor jagung, tambahnya, tidak akan mengancam petani jagung, karena harga jagung dalam negeri yang mencapai Rp 2.700 - Rp 2.800/kg saat ini masih menguntungkan petani.

Harga jagung di pasaran internasional saat ini, menurut dia, US$ 320/ton jika BM-nya dibebaskan serta biaya tambahan lain-lain sesampai di Indonesia masih di atas Rp 3.000/kg, masih lebih tinggi dari jagung dalam negeri. Sementara itu, harga pakan ternak di pabrik sekitar Rp 3.800/kg dan sampai ke peternak mencapai lebih dari Rp 4.000/kg.

Cukup

Lebih lanjut Don mengatakan, sebenarnya produksi jagung nasional mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri. Namun, pola tanam jagung menjadikan ketersediaannya tidak berkesinambungan sepanjang tahun, sehingga industri pakan harus mengimpor untuk memenuhi pasokannya.

Saat ini, produksi jagung nasional sekitar 13,5 juta ton, sedangkan volume impor pada 2006 sebanyak 1,89 juta ton dan pada 2007 turun menjadi 600.000 ton.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Dewan Jagung Nasional, Tony K Kristianto melihat kondisi saat ini bagus bagi petani dalam negeri. Untuk itu, Ia meminta petani terus mengembangkan tanaman jagung.

Akan lebih baik jika kalangan pengusaha tak lagi mengimpor jagung dan memprioritaskan produksi dalam negeri. "Harga jual jagung di pasar internasional semakin tinggi, bahkan pada kwartal II diprediksi bisa menembus Rp 3.650/kg," katanya.

Harga jual mencapai angka tertinggi pada kwartal II sebesar Rp 3.650/kg di pasar internasional dan Rp 3.500/kg di dalam negeri. Menurut Tony, konsumsi jagung di dalam negeri tahun 2007 mencapai 8,60 juta ton, di mana untuk kebutuhan perusahaan pakan ternak sebanyak 4,10 juta ton, dan masyarakat 4,50 juta ton.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad mengatakan, Indonesia akan bisa mengembangkan tanaman jagung kalau pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serius membantu pengembangan komoditas itu. Petani akan tertarik bertanam jagung, kalau harga jual menguntungkan. "Jadi, harga itu yang harus dibantu pemerintah untuk tetap terjaga," katanya. [L-11]


Last modified: 29/1/08