[JAKARTA] Hanya ada satu tekad yang dicanangkan tim "Laskar Wong Kito" Sriwijaya FC, yaitu kembali ke Senayan, Jakarta, atau lolos ke babak semifinal Liga Djarum Indonesia 2007.
Sebagaimana diketahui, posisi Sriwijaya FC untuk lolos ke Senyan terbuka lebar setelah mereka mendulang nilai empat dari dua pertandingannya di Grup A Babak Delapan Besar Liga Djarum Indonesia . Selain Sriwijaya FC, tim lainnya yang berpeluang adalah PSMS Medan, juga mengantongi nilai sama.
Di pertandingan pamungkas Grup A di Stadion Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya , Sabtu (26/1), Sriwijaya akan menghadapi Persiwa Wamena mulai pukul 15.00 WIB. Dalam waktu yang bersamaan, PSMS akan mengadu nasibnya melawan Arema Malang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Jika Sriwijaya bermain imbang saja dalam pertandingan itu, maka mereka akan mengikuti jejak Persija Pusat dan Persipura Jayapura yang sudah lolos ke semifinal melalui persaingan di Grup B di Solo.
"Tentu saja kami ingin kembali ke Senayan. Kami ingin kembali bermain di stadion di mana kami sebelumnya berhasil menggapai sukses sebagai juara Piala Indonesia. Akan tetapi, kami tidak boleh gegabah karena Persiwa adalah tim yang kuat," kata pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan.
Dia menambahkan, dalam menghadapi Persiwa nanti, timnya akan menurunkan seluruh pemain terbaik. Rahmad juga sudah menjelaskan kepada para pemainnya agar jangan mencari imbang dalam pertandingan itu.
Bantuan BLI
Sementara itu, Badan Liga Indonesia (BLI) memastikan bakal memberikan bantuan pendanaan terhadap perbaikan infrastruktur di Stadion Brawijaya, Kediri. Hanya saja, berapa besar jumlah bantuan dana tersebut belum diketahui. Yang pasti panitia pelaksana telah merugi sekitar Rp 1 miliar lebih.
Menurut direktur BLI, Joko Driyono, pihaknya tidak akan lepas tanggung jawab terhadap kerusakan yang terjadi di Stadion Brawijaya. Maka dari itu, ia memastikan bakal memberikan bantuan perbaikan infrastruktur terhadap stadion yang merupakan tempat pertandingan Grup A.
Seperti diketahui, stadion yang merupakan kandang Persik Kediri tersebut hancur akibat amukan suporter Arema Malang, Aremania. Ketika itu, Arema berhadapan dengan Persiwa di pertandingan kedua hari pertama Grup A.
BLI, katanya, menilai kinerja panpel Sidoarjo dalam menggelar pertandingan babak delapan besar adalah yang terbaik. Tak heran, jika BLI merekomendasikan panpel Sidoarjo sebagai rujukan untuk penyelenggara pertandingan di seluruh Indonesia.
Menurut Joko, apa yang dilakukan panpel Sidoarjo patut dijadikan acuan untuk pelaksanaan pertandingan sepakbola di Indonesia. Koordinasi dengan aparat keamanan cukup rapi dan tertata dengan baik. [W-11]