SUARA PEMBARUAN DAILY

Ghana Hanya Butuh Imbang

[ACCRA] Tuan rumah Ghana hanya membutuhkan hasil imbang untuk melenggang ke babak perempat final Piala Afrika setelah dalam pertandingan keduanya mengalahkan Namibia 1-0, di Accra, Kamis (24/1). Di pertandingan Grup A lainnya, Guinea mengalahkan Maroko 3-2.

Hingga pertandingan kedua, juara empat kali itu menduduki puncak klasemen Grup A dengan enam angka, disusul Maroko (3), Guinea (3), dan Namibia (0). Dari empat tim yang berlaga di grup itu, Ghana mempunyai peluang lolos paling besar. Mereka hanya membutuhkan nilai satu atau hasil imbang pada pertandingan terakhir melawan Maroko, 28 Januari nanti. Dengan tambahan satu angka, maka mereka akan menjadi juara grup. Namun, bila kalah, apalagi dengan skor telak, Ghana bisa saja tersingkir. Dengan catatan, Guinea menang atas Namibia. Tetapi bila Guinea dan Ghana sama-sama, maka Ghana lah akan meluncur mulus ke perempat final.

Ghana, yang terakhir juara 1982 itu, hanya mampu mencetak satu gol di hadapan pendukungnya sendiri. "Bintang Hitam" itu harus berterima kasih kepada Junior Agogo yang mencetak gol tunggal setelah memanfaatkan umpan silang Quincy Owusu Abeyie saat pertandingan tinggal menyisakan empat menit di babak pertama.

Namibia, yang mendapat julukan Tentara Pemberani itu bermain sangat baik, terutama di sektor pertahanan. Ghana yang dimotori pengatur serangan yang bermain di klub Chelsea (Inggris) Michael Essien sepertinya tidak berkutik untuk menambah gol di babak kedua. Serangan demi serangan selalu kandas.

Bila lolos ke babak delapan besar, Ghana kemungkinan akan berjumpa dengan Mali atau Nigeria. Itu, bila Pantai Gading menjuarai Grup B. Nigeria akan berjumpa Mali, sedangkan Pantai Gading menghadapi Benin di Sekondi, Jumat ini.

Buka Peluang

Sementara itu, Guinea membuka peluang ke babak delapan besar setelah menumbangkan Maroko 3-2. Pascal Feindouno mencetak dua gol untuk Guinea. Namun, dia mencoreng wajahnya sendiri setelah mendapat kartu merah akibat ulah tidak terpujinya.

Feindouno membawa Guinea unggul saat pertandingan berjalan di menit ke-11 melalui tendangan bebas. Ismael Bangoura menjadikan Guinea unggul 2-0 di menit ke-59. Keunggulan 2-0 itu hanya bertahan satu menit karena pemain pengganti Hicham Aboucherouane berhasil melesakkan bola ke gawang Guinea.

Namun, kedudukan 2-1 itu juga tidak berlangsung lama. Tiga menit berikutnya, Feindouno mencetak gol keduanya melalui tendangan penalti. Ia tidak berhasil menambah gol karena empat menit berikutnya dia diganjar kartu merah. Maroko hanya bisa menambah gol di menit terakhir melalui Abdelsam Ouaddou.

"Pascal merupakan pemain kunci dan kami akan mencari solusinya sehingga lini depan tetap tajam," kata Guinea Robert Nouzaret, yang akan kehilangan Feindouno dalam dua laga berikutnya. [AP/W-11]


Last modified: 25/1/08