[JAKARTA] Kendati keadaan umum kesehatan Soeharto pada perawatan hari ke-22 sudah membaik, namun Tim Dokter Kepresidenan belum merencanakan agar mantan Presiden RI itu meninggalkan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Pasalnya, meski membaik tapi kondisi kesehatan Soeharto masih dalam fase kritis.
Pagi ini, Soeharto masih dibantu mesin pernafasan atau ventilator tetapi sebagian besar merupakan nafas spontan. "ICU Pak Harto, ya, kamar Pak Harto, tetap di sana tidak kami pindahkan. Tapi, kami menganggap dia masih dalam keadaan masih kritis," kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono di Jakarta Jumat (25/1).
Dia memaparkan, secara umum keadaan Soeharto lebih baik dibanding hari kemarin. Kesadaran, respons, dan tekanan darah stabil. Fungsi jantung dan paru-paru membaik, tanda-tanda infeksi sistemik masih ada, tetapi terkendali.
Kondisi Soeharto yang kian membaik sejak tiga hari belakangan memunculkan kabar kalau dia akan meninggalkan RSPP hari ini dan menjalani perawatan di rumahnya, Jalan Cendana Nomor 8 Menteng, Jakarta Pusat. Namun, kabar itu ditepis oleh Mardjo. Mardjo menjelaskan saat ini perawatan intensif tetap dilakukan. Kalau sudah tidak ada alat-alat dan sudah baik sama sekali, baru tim dokter akan memindahkan Soeharto.
Selain diberikan makanan cair bergizi tinggi, Soeharto pagi ini sudah mulai diberikan bubur sumsum yang dimasukkan melalui oral. Sebelumnya, Soeharto juga sudah dapat memakan biskuit yang dihancurkan.
Sementara itu, anggota Tim Dokter Kepresidenan Christian A Johannes mengatakan saat ini memang alat pernafasan masih dipasang. Tetapi, penyapihan atau mengurangi ketergantungan terhadap alat itu dilakukan perlahan- lahan. [L-10]