SUARA PEMBARUAN DAILY

Hati-hati Osteoporosis Kikis Tinggi Badan

Osteoporosis atau keropos tulang yang diakibatkan oleh kurangnya asupan kalsium dan jarang berolah raga dapat terjadi pada siapa saja, baik tua maupun muda. Bahkan akibat kurangnya asupan kalsium, tinggi badan pun dapat berkurang dan tubuh menjadi semakin pendek.

Jangan kira dalam hidup seorang manusia, tidak satu pun yang mungkin mengalami pengurangan tinggi badan. Dalam tubuh manusia terdapat 206 tulang, termasuk tulang tengkorak dan tulang rusuk. Berkurangnya tinggi badan biasanya dialami karena keropos pada tulang bagian punggung.

Osteoporosis adalah kondisi dimana massa tulang menurun sehingga tulang menjadi tipis, keropos, rapuh, dan mudah patah. Struktur bagian dalam tulang yang berbentuk seperti jaringan spons dinamakan trabekular, jaringan inilah yang selalu mengalami proses pembentukan dan pembongkaran agar jaringannya tetap padat. Oleh karena itu, tulang memerlukan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup setiap hari.

Ketua II Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, Dr Tanya M Rotikan SpKO, di Jakarta, Kamis (24/1), menjelaskan, ada tiga daerah rawan keropos tulang pada manusia, di antaranya tulang di pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang punggung bagian bawah.

Tulang membutuhkan kalsium sebanyak 1.000 sampai 1.200 gram setiap hari, dan ini bisa diperoleh dari buah-buahan yang kaya akan vitamin D, salah satu buah yang kaya akan kalsium adalah jeruk. Selain itu, kalsium juga bisa didapat dengan mengonsumsi susu kalsium dengan teratur setiap hari, seperti dijelaskan oleh dokter ahli tulang, Bri- liantoro Munardi Soenarwo.

Pencegahan pada kemungkinan terjadinya osteoporosis adalah dengan berolah raga paling tidak 30 menit, sebanyak tiga kali dalam satu minggu, dan memperbaiki pola makan. Olah raga yang paling efektif untuk mencegah keropos tulang adalah dengan berjalan kaki sambil mengangkat beban.

Gaya hidup yang kurang sehat juga dapat memicu terjadinya osteoporosis, perokok, pecandu alkohol, penggemar kopi berkafein dan soda adalah musuh bagi jaringan tulang. Zat yang terdapat dalam alkohol dan rokok dapat dengan cepat memicu osteopo-rosis.

Berbagai cara pencegahan ini lebih baik dilakukan mulai usia dini, karena osteoporosis tidak hanya dialami mereka yang sudah berumur, tetapi juga berpotensi terjadi pada mereka yang masih muda.

Tanya menambahkan, serangan osteoporosis di usia muda dinamakan Osteopenia atau pengeroposan dini. "Apabila seseorang berusia 20 tahun ke atas merasakan sakit setelah mengangkat beban yang berat, itu bisa dijadikan pertanda pengeroposan dini," tuturnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Fonterra, Selandia Baru, menunjukkan, osteoporosis adalah permasalahan yang besar dan semakin berkembang pada masyarakat Asia, termasuk Indonesia. [WWH/S-26]


Last modified: 24/1/08