[JAKARTA] Kasus penyebaran HIV/AIDS di Jakarta semakin memprihatinkan. Sebanyak 2.865 kasus terinfeksi HIV telah ditemukan pada tahun 2007, sebanyak 4.401 terhitung meninggal secara kumulatif sejak ditemukannya kasus HIV di Jakarta. Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) DKI Jakarta menggalakkan pemakaian kondom 100 persen pada kelompok rawan terinfeksi.
Akibat dari besarnya angka tersebut, KPA DKI Jakarta membuat rencana strategis penanggulangan HIV/AIDS Jakarta 2008-2012 untuk menjangkau 80 persen populasi rawan penularan HIV, seperti pekerja seks, kelompok pengguna narkoba dengan jarum suntik, dan tahanan.
Ketua Pelaksana Harian KPA DKI, Rohanna Manggala, di Jakarta, Kamis (24/1), mengungkapkan, kendala yang masih dihadapi adalah kesadaran masyarakat yang tidak berhati-hati dalam pencegahan penularan virus tersebut, padahal tiap tahun orang yang terinfeksi HIV terus bertambah.
"Oleh karena itu, sasaran program ini adalah mencegah infeksi baru sebesar 16.000 di tahun 2010, melalui intervensi perubahan tingkah laku dalam populasi masyarakat rawan tertular dan menularkan," ujarnya. Namun, dikui, biaya yang dibutuhkan untuk program ini cukup besar hingga mencapai Rp 268,1 miliar di tahun 2008 saja.
"Kami berupaya menghilangkan pandangan dari masyarakat bahwa penggunaan kondom itu sama dengan AIDS dan mendukung seks bebas. Harus ada perubahan pandangan tersebut dengan melihat bahwa penggunaan kondom hanya merupakan salah satu alternatif pencegahan AIDS," tuturnya.
Menurutnya, hal paling mendasar berada pada tingkat kesadaran agama masing-masing individu untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mampu menularkan infeksi virus tersebut.
KPA juga telah mengadakan program bekerja sama dengan beberapa lembaga sosial serta lembaga masyarakat untuk mensosialisasikan kampanye penggunaan kondom kepada masyarakat. "KPA telah membagikan gratis kondom-kondom kepada 35 LSM agar disalurkan kepada kelompok rawan tertular," ucapnya.
Kepala Bidang Promosi dan Pencegahan KPA, John Alubwaman, mengatakan, KPA telah bekerja sama dengan 12 rumah sakit dan 30 puskesmas di Jakarta untuk penanganan dan perawatan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). [CAT/S-26]