[TANGERANG] Korban flu burung di wilayah Kota Tangerang terus bertambah. Pekan lalu seorang pelajar SD menjadi korban ganasnya virus H5N1. Kini seorang pekerja, Rudi (32) karyawan PT Astrido menjadi korban serupa. Rudi meninggal di RS Persahabatan Kamis (24/1).
Warga RT 03/07 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci ini meninggal setelah sempat dirawat selama sepekan. "Dokter yang memeriksa Rudi mengatakan, Rudi meninggal karena penyakit flu burung," kata Melly (55 tahun), ibu Rudi.
Jenazah Rudi dikirim ke pihak keluarga, lalu dikremasi di Rumah Duka Boen Tek Bio sekitar pukul 13.00 WIB. Rudi adalah karyawan tenaga penjualan. Selama ini, Rudi tidak melakukan kontak langsung dengan unggas.
Namun, kata Melly, di sekitar rumahnya terdapat belasan sarang burung walet milik warga Jakarta. Sebelum dikirim ke RS Persahabatan, Rudi mengalami demam sejak awal pekan lalu. Karena demamnya tidak kunjung sembuh, pihak keluarga membawa Rudi ke RS Honoris, Tangerang, Jumat (18/1).
Di sana Rudi dirawat dua hari Setelah itu Rudi dirujuk ke RS Persahabatan karena menunjukkan gejala seperti penderita flu burung. RS Persahabatan merupakan RS rujukan bagi pasien flu burung di samping RS Sulianti Soeroso.
Menurut Melly, Rudi mulai dirawat di RS Persahabatan pada Minggu (20/1). Setelah empat hari dirawat, Rudi wafat. Salah seorang dokter dari RS Persahabatan yang mengantar jenazah Rudi, dr Lisa, enggan berkomentar perihal penyebab kematian Rudi. Menurut, salah satu tokoh masyarakat setempat, H Sulaiman, di Kelurahan Sukajadi terdapat 13 rumah burung walet.
Warga yang tinggal di sekitar rumah walet itu mulai khawatir terkena flu burung. "Sama sekali tidak ada pengawasan dari pemerintah mengenai keberadaan bangunan sarang walet itu," kata Sulaiman. [132]