[JAKARTA] Pengasapan (fogging) serempak yang dilakukan Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Utara (Sudin Kesmas Jakut) beberapa waktu lalu belum membawa hasil maksimal. Buktinya, dalam sepekan ini, kasus demam berdarah dengue (DBD) di kawasan itu meningkat hingga 100 persen.
Menurut data dari Sudin Kesmas Jakut, pada 15 Januari 2008 lalu, kasus DBD tercatat 91 orang. Namun dalam sepekan ini jumlahnya melonjak hingga 100 persen menjadi 197 kasus hingga 21 Januari 2008. Sedangkan jumlah RW rawan DBD periode Desember 2007 - Januari 2008 tercatat 118 RW.
Menurut Kasudin Kesmas Jakut, Paripurna Harimuda meningkatnya kasus DBD di Jakut lebih banyak disebabkan dari faktor alam dan warganya sendiri. "Berbagai upaya pencegahan yang kami lakukan tidak berjalan maksimal karena mental warga untuk menggalakkan pengasapan tiap Jumat tidak berjalan dengan baik," kata Paripurna.
Bahkan, lanjutnya, dalam melakukan pengasapan massal pada Jumat (18/1) dan Minggu (20/1) lalu, ada beberapa warga yang menolak. Selain itu, ada juga pengasapan yang salah sasaran, seharusnya di dalam rumah tetapi dilakukan di gorong-gorong. "Pengasapan yang salah sasaran ini dilakukan atas swadaya masyarakat sendiri," jelas Paripurna.
Jaksel Meningkat
Sementara itu, jumlah penderita DBD di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan, mulai meningkat menjelang akhir Januari 2008 antara lain karena peningkatan pasien akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Jumlah orang yang dirawat pada Januari semakin meningkat. Bila pada awal Januari jumlah penderita DBD yang dirawat masih di bawah 60 orang per hari, maka mulai Senin (21/1) jumlah yang dirawat telah mencapai lebih dari 80 orang per hari," kata Kepala Humas RS Fatmawati, Atom Kadam, kepada Antara di Jakarta, Kamis.
Ia memaparkan, dalam beberapa hari terakhir ini jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit tersebut adalah 80 orang pada 22 Januari, 85 orang pada 23 Januari, dan 87 orang pada 24 Januari. "Penderita DBD masih lebih didominasi pasien orang dewasa dibandingkan pasien anak-anak," katanya dan menambahkan terdapat dua orang yang meninggal karena DBD di RS Fatmawati sepanjang Januari 2008.
Atom memaparkan, penyebab dari melonjaknya penderita DBD antara lain karena keadaan cuaca yang terus berubah-ubah seperti munculnya panas selama sekitar sepekan terakhir yang didahului oleh periode hujan lebat pada awal Januari. Sedangkan kini cuaca tampaknya mulai beralih kembali ke musim hujan. [HBS/L-8]