SUARA PEMBARUAN DAILY

Ratusan Ribu Pegawai Negeri Prancis Berdemo

[PARIS] Sebanyak 400.000 pegawai negeri di berbagai kota di Prancis melancarkan unjuk rasa menentang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menuntut kenaikan gaji. Pemerintah Prancis menjuluki aksi unjuk rasa itu sebagai ritual serikat buruh.

Guru, pegawai rumah sakit, pemadam kebakaran dan pegawai kantor pos, Kamis (24/1), mengikuti seruan tujuh dari delapan serikat buruh di berbagai sektor untuk melakukan mogok kerja dan berdemonstrasi. Serikat buruh sektor transportasi tidak ikut serta.

Serikat buruh CGT mengklaim 400.000 orang turun ke jalan untuk menekan pemerintah agar mau memenuhi keinginan mereka. Aksi ribuan orang itu kontan memacetkan jalan-jalan di Paris, Lyon, Toulouse, Bordeaux dan kota pelabuhan Marseille.

Sejumlah serikat buruh mengklaim 40.000 orang berdemo di Paris, tetapi kepolisian memperkirakan hanya 17.000 orang. Menteri Kepegawaian Eric Woerth ketika diwawancarai oleh televisi LCI mengatakan para pemogok mewakili 13,2 persen pegawai di tiga sektor.

"Ini manuver yang merupakan ritual serikat buruh," komentar Woerth, seraya menambahkan keinginan pemerintah untuk melakukan dialog, bukan konfrontasi.

Ketua serikat buruh CFDT yang lebih moderat, Francois Chereque, meminta pemerintahan konservatif pimpinan Nicolas Sarkozy untuk membuka perundingan soal gaji. Ia menilai Sarkozy gagal memperbaiki daya beli.

"Hari ini sasaran kami adalah memperkuat daya beli dan kami mengarah pada para majikan yakni negara," tukas Chereque.

Popularitas Sarkozy merosot di bawah 50 persen. Demonstrasi kali ini tidak sebanyak yang berlangsung pada November ketika 700.000 orang turun ke jalan, sebagian besar dari serikat buruh transportasi. [AP/Y-2]


Last modified: 24/1/08