SUARA PEMBARUAN DAILY

Mesir Didesak Awasi Perbatasan Gaza

AP/Lefteris Pitarakis

Warga Gaza dalam perjalanan pulang setelah membeli berbagai keperluan di Kota Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir. Tembok perbatasan dijebol agar warga Gaza bisa membeli berbagai kebutuhan di Mesir karena Jalur Gaza masih diblokade Israel.

[MEDELLIN] Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice mendesak Mesir, Kamis (24/1) mengawasi perbatasannya dengan Jalur Gaza. Ia di sisi lain mengakui ada situasi sulit yang dihadapi Kairo di wilayah perbatasan tersebut.

"Saya memahami situasi sulit yang mereka hadapi," tukas Rice di Medellin, Kolombia. Namun, ia menandaskan, perbatasan Mesir-Gaza adalah perbatasan internasional. "Perbatasan tersebut perlu dilindungi. Saya percaya, rakyat Mesir memahami pentingnya menjaga kawasan itu," tambah Rice.

Rakyat Palestina terus membanjiri Mesir pada hari ke-2 terbukanya perbatasan Mesir-Gaza. Tembok yang membatasi Mesir-Gaza dijebol di beberapa bagian, Selasa (22/1), oleh militan Palestina sebagai upaya mengakhiri blokade Israel di Gaza.

Rice untuk kesekian kalinya menyalahkan Hamas yang berhaluan keras, atas situasi yang terjadi di Gaza. Hamas dianggap memprovokasi blokade Israel dengan serangan mortir dan roket.

Terlepas hal itu, Rice mengakui warga Gaza yang tidak bersalah berada dalam situasi yang benar-benar sulit. Blokade Israel menyulut kekhawatiran akan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, yang kini dikuasai Hamas. PBB menyebutkan, sedikitnya 700.000 warga Gaza telah membanjiri Mesir untuk membeli berbagai barang kebutuhan pokok yang sangat sulit diperoleh setelah Gaza diblokade Israel.

Kecam

Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert dan Presiden Palestina Mahmud Abbas akan membicarakan krisis Gaza pada Minggu (27/1). PM Palestina Salam Fayyad di sela-sela World Economic Forum di Davos, Swiss, menyebutkan krisis Gaza "benar-benar mendatangkan malapetaka".

Dewan HAM PBB mengecam Israel atas blokadenya ke Gaza. "Tindakan internasional harus segera dilakukan untuk mengakhiri pelanggaran-pelanggaran oleh Israel," tegas Dewan HAM, Kamis.

Dewan Keamanan PBB masih membahas resolusi bersifat tidak mengikat yang akan menyerukan diakhirinya blokade Israel di Gaza. Washington mendesak agar teks dibicarakan kembali. AS, sekutu dekat Israel, bersikeras blokade adalah upaya bela diri. Namun, negara-negara anggota DK-PBB lainnya mengecam blokade yang mereka sebut sebagai "hukuman kolektif". [AFP/E-9]


Last modified: 24/1/08