[COLUMBIA] Dua bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Rodham Clinton dan Barack Obama, berupaya meredam ketegangan dan tidak terlampau menganggap serius pertikaian sengit mereka dalam debat capres yang diselenggarakan Congressional Black Caucus Institute serta CNN baru-baru ini.
Sementara itu, kandidat presiden dari Partai Demokrat Dennis Kucinich mundur dari pencalonan karena hanya memperoleh sedikit suara dalam beberapa pemilihan.
Dua kandidat sama-sama berkampanye dengan retorika yang lebih sejuk, pada Kamis (25/1) malam atau Jumat pagi WIB, dua hari sebelum pemilihan di South Carolina.
Di Florida, Kamis malam, para kandidat dari Partai Republik mengikuti acara debat untuk meraih simpati para pemilih menjelang pemilihan pendahuluan (primary) Florida, Selasa (29/1).
Bill Clinton mendukung kuat istrinya, Hillary, dalam kampanye sepekan penuh di South Carolina. Bill menilai, South Carolina bisa menjadi ajang kekalahan Hillary apabila para pemilih berkulit hitam menyalurkan dukungan mereka bagi Obama.
Lebih dari 50 persen dari total pemilih di South Carolina adalah warga kulit hitam. Meskipun selama ini loyal terhadap Hillary dan mantan Presiden Bill Clinton, yang dijuluki "presiden kulit hitam AS pertama", para pemilih kulit hitam diperkirakan bakal memberikan suara ke Obama.
"Para pemilih warga kulit hitam tidak semestinya menyalahkan Senator Clinton karena melakukan kampanye yang penuh semangat melawan saya," ungkap Obama di Kingstree, South Carolina.
"Kampanye semacam itu seharusnya menjadi sumber kebanggaan," kata Obama. "Itu berarti ada kemungkinan saya memenangi pertarungan ini," ia menandaskan.
Hillary mengkritik Bush lantaran dianggap membuat kebijakan lepas tangan terhadap kesengsaraan ekonomi AS. Tanpa menyebutkan secara terang-terangan, Hillary mengisyaratkan bahwa Obama mungkin akan menempuh pendekatan yang serupa. Obama sendiri sebelumnya telah mengatakan, sebagai seorang presiden ia tidak akan menjadi seorang "pejabat pelaksana".
"Kita membutuhkan seorang presiden yang dapat menjalankan pemerintahan dan mengatur perekonomian," kata Hillary. "Rakyat AS tidak membutuhkan seorang presiden yang hanya bisa berbicara soal problem-problem kita, tetapi seseorang yang dapat mengatasi problem itu," ungkap mantan Ibu Negara.
Obama, yang menang mengejutkan di Kaukus Iowa, dan Hillary yang menang di New Hampshire, mendominasi pertarungan pencalonan kepresidenan di Partai Demokrat. Mantan senator dari North Carolina sekaligus kandidat wakil presiden pada 2004, John Edwards, hanya diunggulkan di posisi ke-3.
Jajak pendapat Los Angeles Times/Bloomberg memperlihatkan Hillary unggul 42 persen, Obama 33 persen, dan Edwards 11 persen. [AP/E-9]