SUARA PEMBARUAN DAILY

Konser Switchfoot

Menyuguhkan Aksi Heboh sang Vokalis

SP/Ignatius Liliek

Vokalis band Switchfoot, Jon Foreman menyapa penggemarnya saat konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). Switchfoot membawakan lagu-lagu yang diambil dari enam album mereka seperti Star, Mean to Live, dan Dare You to Move.

[JAKARTA] Kelompok band asal California Amerika Serikat (AS) Switchfoot tampil hangat di hadapan sekitar 2.000-2.500 penonton di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (24/1) malam. Band yang dimotori Jon Foreman (vokal dan gitar), Tim Foreman (bas), Chad Butler (dram), Jerome Fontamillas (kibor) dan Drew Shirley (gitar) ini seakan-akan menyatu dengan penonton.

Jon, sang vokalis, kerap berkomunikasi dengan penonton. Dia tidak segan-segan menyapa pengge-marnya dari batas bibir panggung.

Bahkan, John sempat membuat panik para penjaga keamanan saat turun dari panggung dan tampil di tengah-tengah kerumunan penonton kelas festival. Jon menyalami semua penonton, dan mengakhiri satu lagu di bagian belakang penonton kelas festival.

Aksi Jon itu menuai pujian. Alhasil, penampilan band pengusung genre rock alternatif tersebut mengundang decak kagum penonton. Apalagi, Jon kerap menanyakan kepuasan penonton yang menyaksikan penampilannya saat itu. Penampilan Switchfoot seolah-olah menghipnotis penggemarnya.

Selain ramah dan hangat, kelompok yang pernah mendapat nominasi Grammy Awards untuk band beraliran rock alternatif tampil energik. Meskipun terdiri dari lima personel, Jon Foreman tampak sebagai personel yang beraksi total di panggung.

Aksi Jon di atas panggung benar-benar memukau penonton. Ketika membawakan lagu-lagu bertempo lambat, dia mengajak penonton mengangkat dan bertepuk tangan sesuai arahannya. Dia juga meminta penonton ikut larut dalam lagunya untuk mengayun-ayunkan tubuh ke sisi kiri dan kanan.

Untuk lagu-lagu bertempo cepat, Jon melompat dengan gitarnya. Dia bermain gitar dengan lidahnya, dan berdiri di dekat dram. Dia juga sempat membuat panik beberapa kru panggung ketika secara paksa mengambil simbal dram dan menjatuhkan simbal yang lainnya. Untung saja insiden itu cepat diatasi.

Konser yang digelar dalam rangka promo tur Switchfoot tersebut memakan waktu sekitar 100 menit. Mereka tampil tanpa band pembuka, dan melantunkan 15. Lagu Oh! Gravity menjadi lagu pembuka penampilan mereka. Lagu tersebut diambil dari album keenam mereka dengan judul yang sama. Dilanjutkan dengan Stars, hit single dari album kelima Switchfoot berjudul Nothing is Sound, serta lagu-lagu lainnya Learning to Breathe, Awakening, dan We Are One Tonight. Tak ketinggalan soundtrack lagu dari film A Walk to Remember, Only Hope.

Disambut Hangat

Lagu Only Hope yang dilantunkan Jon terdengar berbeda dan tidak "cengeng" seperti gaya Mandy Moore yang juga pernah menyanyikannya. Lagu itu dibawakan dengan iringan gitar akustik besutan Jon, dan disambut hangat penonton dengan mendendangkannya bersama-sama.

Sebelum menutup pertunjukan, Jon sempat merekam gambar kerumunan penonton dan mengungkapkan keinginannya untuk kembali tampil di hadapan pencinta musiknya.

Dare You To Move menjadi lagu penutup Meski penonton berteriak "more..more.. we want more," Switchfoot tetap meninggalkan panggung dengan tata lampu yang bagus.

Switchfoot mengawali debutnya di dunia musik tahun 1997 dengan merilis album perdana berjudul The Legend of Chin. Dua tahun kemudian, mereka merampungkan album ke-2 berjudul New Way to be Human, dan Learning to Breathe di tahun 2000.

Kreativitas bermusik para personel Switchfoot semakin dikagumi pada tahun 2002, ketika mereka mengisi empat lagu soundtrack film Mandy Moore berjudul A Walk To Remember. Mereka pun merilis album ke-4 berjudul The Beautiful Letdown yang tahun 2003 dan berhasil terjual hingga 2,6 juta kopi di seluruh dunia.

Switchfoot semakin populer ketika lagu mereka berjudul Mean to Live digunakan sebagai soundtrack film Spiderman. Sambutan para penggemarnya untuk lagu tersebut juga tak kalah hangatnya. [CNV/N-4]


Last modified: 25/1/08