
erusahaan film, Grandiz Media Production, mengawali tahun 2008 dengan memproduksi sebuah film bergenre drama percintaan. Film berjudul Kekasih ini, diharapkan dapat memberikan warna pada industri perfilman Indonesia yang tahun lalu didominasi oleh film-film bergenre horor dan drama komedi. Keindahan pantai Yogyakarta menjadi latarnya.
"Sangat sulit mencari cerita film drama remaja bermutu, maka ketika menemukannya kami pun langsung memproduksinya," kata produser dari Grandiz Media Production, Chandra Willim, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima SP, baru-baru ini.
Menurut Chandra, sebelumnya, Grandiz Media Production juga ikut meramaikan khazanah film layar lebar dengan memproduksi empat film berjudul D'trex, Hantu, Gotcha, dan 12.00, dimana tiga judul yang terakhir merupakan film bergenre horor.
Chandra mengatakan, produksi film ini telah dimulai sejak akhir tahun 2007 lalu. Setelah memakan waktu selama 29 hari untuk masa produksi, diperkirakan premiere dari film ini akan dapat dilakukan pada tanggal 3 April 2008.
"Sejak tanggal itu masyarakat akan dapat menyaksikan film ini di bioskop-bioskop Tanah Air. Diharapkan kehadiran film ini akan mengisi kekosongan film bertema kesederhanaan cinta," urainya.
Lebih lanjut Chandra menjelaskan, bahwa film ini akan mengusung kisah cinta yang sederhana, tanpa dibumbui hal-hal yang akan membuat penonton merasa jenuh. Itulah sebabnya, sutradara memilih lokasi syuting yang alamnya mendukung cerita roman. Keteduhan alam Yogyakarta, dan gelegar ombak pantai Krakal, Kukup, serta Patehan akhirnya menjadi lokasi pengambilan beberapa gambar film Kekasih.
Hal senada juga dikatakan sutradara film Kekasih, Wisnu Adi, ketika dihubungi SP lewat telepon selulernya. Kejujuran dalam bertutur secara visual disebut Wisnu sebagai modal kuat bagi film yang menjadi debut perdananya ini.
"Di film ini, saya tidak banyak melakukan eksplorasi teknis, namun bahasa gambar yang ditampilkan demikian natural. Ibarat sebuah jendela, tempat kita mampu memandang sejauh-jauhnya tanpa harus memicingkan mata," imbuhnya.
Film Kekasih, jelas Wisnu, akan menampilkan para pemain baru sebagai bintang utama, yaitu Angga Dwi Saputra, Vonny Kristianda. Selain itu film ini juga didukung oleh wajah-wajah lama yang telah cukup dikenal di dunia akting, seperti Donny Damara, Pietrajaya Burnama, Farah Diana, dan Karlina Inawati.
"Saya sengaja memilih pemain-pemain baru agar bisa mendapatkan suasana baru. Tapi produksi film ini juga didukung oleh para pemain yang telah cukup lama berkecimpung di bidang akting," ungkapnya.

Menurut Wisnu, film Kekasih bertutur tentang kisah cinta antara seorang pria bernama Jiwo, diperankan Angga Dwi Putra dengan seorang gadis bernama Maria, diperankan Vonny Kristianda.
"Film ini berisi tentang persoalan cinta remaja. Ceritanya mengisahkan tentang cinta remaja Jiwo dan Maria yang dimulai ketika mereka masih sama-sama duduk di bangku SMP. Kemudian mereka berpisah, dan ketika dewasa bertemu kembali," jelasnya.
Film ini, lanjut Wisnu, tak sekadar berbicara tentang cinta tapi mengenai komitmen yang dibuat oleh sepasang kekasih. Naskah dari film ini dibuat oleh Bebi Hasibuan, sedangkan ide ceritanya dari sang sutradara.
"Ide ceritanya dari saya, kemudian saya bertemu Bebi. Dialah yang membantu mengembangkan ide itu menjadi sebuah cerita yang layak untuk ditonton. Pastinya film ini tak melulu tentang romantisme cinta antarkekasih. Namun juga berbicara tentang cinta secara universal, dan semuanya itu diangkat secara sederhana agar maknanya lebih bisa ditangkap oleh penonton," katanya.
Wisnu mengakui, bahwa sebagai seorang sutradara yang baru pertama kali menyutradarai film layar lebar, film ini memberikan tantangan yang besar baginya. Sebelumnya ia pernah memproduksi sejumlah film commercial di antaranya untuk produk sebuah televisi berlangganan, produk makanan cepat saji, dan produk elektronik.
"Karena ide ceritanya sangat sederhana, saya pun merasa tertantang untuk membuat film ini bisa menarik penonton. Saya harapkan lewat kesederhanaan itu semua orang bisa menikmatinya dengan santai tanpa harus berpikir keras untuk mencernanya," tandasnya. [Y-6]