[JAKARTA] Departemen Perindustrian dan beberapa instansi pemerintah lainnya, bertekad memperkuat kualitas sumber daya manusianya, bukan hanya dari segi kualitas intelektual dan kemampuan teknis saja, namun juga dari segi kecerdasan emosional dan spritual, melalui Emotional Spritual Quotation (ESQ) Leadership Training, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), mulai Jumat (25/1).
"Saya yakin, berbagai penyakit masyarakat bisa disembuhkan lewat pelatihan ini," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris, sesuai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan ESQ Leadership Centre, di sela-sela pembukaan pelatihan tersebut. Pada saat yang sama, Inspektorat Jenderal Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang diwakili Puja Sansa, Irjen Departemen ESDM serta RS Jantung Harapan kita juga menandatangani MoU untuk mengikutsertakan seluruh jajarannya dalam training ESQ.
Training ESQ Eksekutif angkatan ke-66 ini, diikuti oleh lebih dari 450 orang, yang berasal dari berbagai daerah dan instansi, seperti Deperin, Departemen PU, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian ESDM, Indosat, bahkan ada peserta dari Malaysia, yakni TV3 Malaysia dan Persatuan Wartawan Malaysia. Training ini juga diikuti peserta dari berbagai agama, seperti perwakilan dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI).
Dalam pembukaan training kali ini, hadir beberapa tokoh alumni ESQ, antara lain AM Fatwa, Wakil Ketua MPR, Ir Azwar Anas Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Alumni ESQ, Letjen TNI Purn Syahrir, Ketua Dewan Pelindung FKA ESQ.
"Jika seorang mendaki perjalanan hidupnya dan telah mencapai tujuan yang diinginkan dan dia merasa bersyukur, maka hidupnya akan semakin dekat dengan Tuhannya dan semakin peduli dengan lingkungannya. Kalau demikian, masyarakat kita akan diisi masyartakat yang indah dan damai," kata Fahmi .
Fahmi mengatakan, masalahnya, masyarakat Indonesia belum seperti itu. "Ketika dia belum mencapai apa yang diinginkannya, masyarakat kita banyak yang lari dari aturan. Ia mencari dukun, orang pintar, atau menggapai jalan pintas yang menghalalkan segala cara untuk mencapai cita-citanya, korupsi misalnya. Itulah kenapa pelatihan ESQ ini dibutuhkan," kata Fahmi.
Sementara itu, Ary Ginanjar, Pimpinan ESQ Training Center, yang baru minggu lalu memberikan seminar ESQ di tujuh kota di Amerika Serikat menyampaikan penghargaannya pada pimpinan departemen dan instansi yang memiliki komitmen untuk memberikan bekal jajarannya, bukan hanya bekal intelektual dan kemampuan teknis, tetapi juga kecerdasan emosional dan spritual. Saat ini, alumni ESQ telah mencapai 446.000 orang, yang berasal dari seluruh Indonesia, juga mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Belanda, Amerika Serikat. [EAS/M-6]