SUARA PEMBARUAN DAILY

Mengenali Mainan Anak dan Manfaatnya

SP/Ignatius Liliek

SP/Ignatius Liliek - Sejumlah anak bermain di Taman bermain yang berada di Taman Menteng, Jakarta, Selasa (22/1).

Permainan anak kian beragam dan terus mengikuti perkembangan zaman. Ada yang sederhana dan ada yang kian canggih. Bermain memang menjadi bagian dari anak-anak sejak zaman dahulu. Beberapa penemuan telah membuktikan hal itu. Bagaimanapun setiap permainan pasti punya manfaat tertentu.

Beberapa waktu lalu, sebuah boneka kayu berumur 3.300 tahun ditemukan di makam anak perempuan Mesir kuno di Assuan, Mesir. Penemuan ini menandakan permainan anak juga sudah dikenal sejak dulu.

Sebuah boneka yang berasal dari zaman Romawi kuno juga telah ditemukan. Diperkirakan, usia boneka itu telah mencapai 1.800 tahun, meski demikian tak ada penjelasan lanjut tentangpermainan itu.

Pada dasarnya, tak hanya anak perempuan yang senang bermain boneka, anak lelaki pun kadang menyukainya. Permainan ini cukup baik untuk mengasah imajinasi. Namun permainan anak lelaki cenderung diarahkan pada sesuatu yang berkesan teknis seperti robot-robotan. Anak laki-laki juga lebih aktif dan dinamis. Mereka tentu berbeda anak-anak perempuan yang lebih suka bermain dengan boneka, rumah-rumahan, atau pun masak-masakan.

Di sisi lain, para orangtua terutama yang berasal dari kalangan ekonomi menengah atas, dan berpendidikan rata-rata telah menyadari pentingnya permainan bagi anak-anak mereka. Sebut saja permainan tradisional congklak yang konon banyak manfaatnya untuk ketrampilan menghitung anak-anak. Namun terkadang orangttua hampir tak paham manfaatnya untuk anak-anak.

Tengok saja para orangtua yang rela antri demi mendapatkan tiket bermain seharga Rp 150.000 per anak di tempat bermain, Kidzania, Jakarta, atau para orangtua yang pada akhir pekan menyempatkan diri ke Time Zone untuk menemani anak-anak mereka bermain.

Sejumlah pusat perbelanjaan pun memanfaatkan kondisi tersebut dengan membangun fasilitas-fasilitas bermain. Diharapkan, para orangtua akan dapat berbelanja dengan tenang, sementara anak-anak mereka bermain di tempat bermain yang telah disediakan. Alhasil tujuannya sekadar anak senang, orangtua pun tenang.

Sebut saja Supermal Lippo Karawaci, Tangerang yang hingga kini tampak terus mengembangkan fasilitas Time Zonenya, atau mal Detos yang terus menambah kelengkapan fasilitas untuk anak-anak, seperti KIUT permainan dari Malaysia yang tak hanya mengajak anak bermain tapi juga mengajak mereka belajar, ada Bumper Cars sebuah permainan mobil-mobilan yang seru, rumah balon, mini dome theater yaitu tempat anak bisa menyaksikan tontonan tiga dimensi, dan lain-lain.

Tak hanya pusat-pusat perbelanjaan, sejumlah perusahaan swasta juga menganggap anak-anak merupakan pasar potensial. Demi mendulang rupiah dari para orangtua yang memiliki anak-anak usia remaja dan balita, mereka tak segan-segan memboyong aneka permainan dari luar negeri untuk ditempatkan di sebuah lokasi strategis.

Sebut saja Cartoon Network Bouncy Town yang pernah dibangun di Parkir Timur Senayan. Tempat itu menyediakan fasilitas bermain aneka bounce balls, ada yang berbentuk perosotan, kotak, pohon kaktus, dan lain-lain. Untuk masuk ke area ini, anak-anak dikenakan tarif tiket masuk seharga Rp 50.000, sedangkan orangtua yang mengantar sebesar Rp 35.000. Di tempat ini anak-anak bisa bebas bermain tanpa dibatasi oleh waktu.

"Kami berusaha memberikan tempat bagi anak-anak untuk supaya mereka bisa menikmati masa kecil mereka. Di sini mereka dapat bermain, belajar musik, berlari, menggambar dan melompat dengan fasilitas yang disediakan," ujar Direktur PT Bouncy Star International, Chandra Sugiono.

Sebelumnya di tempat yang sama juga pernah digelar pameran lampion, yang diboyong langsung dari Tiongkok. Aneka bentuk lampion binatang, karakter tokoh kartun dan boneka berwarna-warni tampak gemerlap memenuhi areal Parkir Timur, Senayan.

SP/Alex Suban

Konsep bermain pula yang diterapkan Esnoe Sport & Recreation dalam melayani jasa outbound. Selain menampilkan aneka permainan tradisional, Esnoe Sanusi sebagai pemilik jasa Esnoe Sport & Recreation yang berlokasi di Jakarta Selatan, juga mengedepankan permainan yang akan mengasah kemampuan motorik, kognitif, dan afektif anak.

Sebagai dosen olahraga di sebuah universitas negeri di Jakarta, Esnoe tahu betul apa yang harus disuguhkan bagi klien-klien ciliknya. Bahkan dia juga menyediakan jasa bermain outbound bagi anak-anak autisme, yang membutuhkan perlakuan khusus, serta berbagai permainan untuk uji kemandirian anak.

Sementara pengelola Kidzania, Jakarta mengedepankan dunia khayal anak dalam membangun sarana bermain. Anak-anak kerap berkhayal menjadi orang dewasa. Di rumah mereka kerap bermain sebagai ayah atau bunda.

"Fasilitas ini tak sekadar sebagai tempat bermain bagi anak, tapi juga akan mengajarkan mereka tentang kehidupan yang sebenarnya, tentang profesi orangtua mereka, bagaimana bekerja dalam tim, belajar mandiri, dan belajar mengelola keuangan mereka sendiri," ungkap Ministry of Communication Kidzania, Ariavita Purnamasari kepada SP, di Jakarta, baru-baru ini.

Di tempat ini, jelas Ariavita, anak bisa melihat secara langsung bagaimana seorang dokter bedah bekerja, dan merasakan bagaimana menjadi seorang petugas peracik obat, kasir di supermarket, petugas pemadam kebakaran, pekerja bangunan, hingga meninjau pabrik coklat, es krim, permen, dan lain-lain.

"Kidzania merupakan sebuah kota anak, di sini anak-anak tidak sekadar bisa membelanjakan uang kidzoz (mata uang yang hanya berlaku di dunia Kidzania-red) mereka, tapi juga bisa mendapatkan tambahan uang kidzoz dengan bekerja sebagai kasir supermarket, pekerja bangunan, tukang cat, peracik obat, di tempat ini," urainya.

Selayaknya sebuah kota, areal tempat bermain Kidzania pun dipenuhi berbagai gedung, seperti rumah sakit, supermarket, salon, kawasan industri, gedung teater, dan lain-lain. Selama mengikuti berbagai kegiatan di tempat-tempat tersebut, anak-anak akan dipandu oleh tim terlatih. [Y-6]


Last modified: 24/1/08