SUARA PEMBARUAN DAILY

Seputar Gelora

Indonesia Penyelenggara Boling Dunia

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara kejuaraan dunia boling World Ranking Master yang akan digelar di Senayan Bowling Sportainment Center, Jakarta, 30 April mendatang. Hal itu dikemukakan Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Boling Indonesia (PBI) Pusat, Indra Gumulya, Kamis (24/1) pagi. Menurut dia, kejuaraan tersebut diikuti oleh tiga zona dunia, masing-masing zona Amerika, zona Eropa, dan Asia. Masing-masing zona dipilih delapan peboling yang menempati peringkat terbaik di tahun 2007 lalu. Di zona Asia, Indonesia hanya menempatkan dua peboling, yaitu Ryan Lalisang, dan Putty Armein. Tetapi karena Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara, maka ditambah dua peboling lagi untuk boleh ikut dalam kejuaraan dunia yang sangat bergengsi ini. Hingga kini PBI Pusat belum menetapkan siapa dari kedua pemain yang akan ikut dalam kejuaraan ini. Tetapi untuk sementara, sudah disebut-sebut dua nama peboling yang cukup menunjukkan prestasi belakangan ini, Tannya Roumimper, dan Shalima Shalza. [W-6]

Komunikasi, Kendala Atlet Indonesia

Salah satu kendala atlet Indonesia saat bertanding di arena internasional adalah rasa minder (rendah diri, Red) akibat kesulitan berkomunikasi. Hal itu terjadi karena mereka kesulitan berbahasa Inggris, karena penguasaan bahasa asing kurang. Padahal penguasaan bahasa tersebut sangat krusial dalam berinteraksi di pergaulan internasional. Demikian dikatakan pecatur terbaik Tanah Air, Grand Master (GM) Utut Adianto dalam acara kerjasama program I BeliEF English First (EF) dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) dan Special Olympics Indonesia (SOIna) di Jakarta, Rabu (23/1).

Menurut Utut, dalam pengamatannya di Catur, jika sedang berpartisipasi di ajang internasional, ketika selesai permainan olahraga asah otak itu, pecatur Indonesia kebanyakan langsung kembali ke tempat menginap tanpa terlebih dahulu berinteraksi dengan sesama atlet dari negara lain untuk meluaskan pengetahuannya, karena kesulitan berkomunikasi.

Dengan adanya program yang diadakan penyelenggara kursus bahasa Inggris yang sudah berpengalaman selama 40 tahun ini, ia yakin kendala tersebut dapat teratasi. Senada dengan Utut, Pudji Hastuti selaku Chairperson SOIna menuturkan, program I BeliEF merupakan salah satu bentuk kepedulian lembaga pendidikan bahasa swasta terbesar di dunia, yang telah dengan sabar mengajar atlet tuna grahita yang dinaungi organisasi berlisensi internasional itu. Program I BeliEF memiliki visi dan misi menjembatani berbagai bahasa dan budaya ini, tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerjasama dengan cabang olahraga lain untuk meningkatkan kemampuan atletnya dalam berbahasa Inggris. [AMT/L-9]

Kroser Terbaik Nasional

Denny Orlando (tengah) mengangkat trofi setelah dinobatkan sebagai kroser terbaik nasional pada 2007, dalam acara malam penobatan sang juara yang digelar promotor otomotif Trendypromo Mandira di Jakarta, Rabu (23/1) malam. Penyerahan trofi dilakukan oleh perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Jembar Kartasasmita (dua dari kanan) kepada Denny, yang musim lalu meraih juara nasional Motokros dan Superkors itu. SP/Surya Lesmana


Last modified: 24/1/08